suburaID | Subur Anugerah's Weblog
Menu

Doa Perlindungan dari Wabah dan Ketidakpastian

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dengan rahmat-Mu dari paceklik, dari wabah penyakit yang membahayakan, dari riba, dari perzinahan, dari gonjang-ganjing atau ketidakpastian, dari cobaan, dari buruknya fitnah, baik fitnah yang tampak maupun fitnah yang samar, wahai zat yang maha memiliki belas kasih sayang dan kemuliaan. Aamiin.

picture of space

Blogging Spaces

UAS akan menggunakan Sistem Informasi Seleksi Pemrograman ini. Foto: Tangkapan layar

UAS akan menggunakan Sistem Informasi Seleksi Pemrograman ini. Foto: Tangkapan layar

PEKAN ini masuk pekan UAS atau Ujian Akhir Semester Ganjil 2020/2021. Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang sudah menggelar UAS akhir tahun 2020 kemarin dan di awal tahun 2021. Ada yang sudah selesai semuanya pekan lalu, ada yang baru mulai hari ini, Senin (4/1).

Nah, kebetulan hari ini saya jadwalnya hari pertama UAS. Tapi, saya alihkan seluruh ujian untuk mata kuliah saya mulai dilaksanakan pekan depan. Ada beberapa alasan mengapa UAS pekan depan, berikut alasannya.

1.) Masih banyak mahasiswa yang belum beres pembayaran SPP.

Ini ditandai dengan status bukan “UAS Aktif” yang muncul di akun Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM) yang ada di Sistem Informasi Kampus. Harusnya, jika mereka ingin mengikuti UAS, maka statusnya sudah bukan Registrasi lagi. Akibatnya, mulai pagi ini sudah ada barisan antrean panjang di pintu loket pembayaran.

Ketahuilah, batas akhir pelunasan mestinya tanggal 31 Desember 2020. Lewat dari itu, Anda tidak diperkenankan UAS. Risikonya, akun mereka diblokir, meski sudah bayar tapi telat.
Selanjutnya…

Strategi pengembangan riset dan pengabdian pada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Foto: presentasi Prof. Wisnu Nurcahyo, UGM

Strategi pengembangan riset dan pengabdian pada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Foto: presentasi Prof. Wisnu Nurcahyo, UGM

HARI ini adalah awal tahun 2021. Semoga di tahun ini makin banyak peningkatan kesejahteraan dan pengembangan diri yang lebih baik dibanding tahun 2020. Semoga Allah memberikan aman, selamat, lancar, sehat, sukses, dan barokah. Aamiin.

Di awal tahun ini, saya mencoba membuka beberapa catatan dan rekam jejak dalam tahun sebelumnya yang belum sempat saya tulis di sini. Catatan itu kebanyakan ada di blog ini, salah satunya tentang Melatih Mental di Tengah Ketidakpastian

Sedangkan rekam jejak, saya buka-buka kembali folder screenshot, salah satunya tampak pada gambar di atas ini: Saatnya bagi Para Pengabdi. Yak, gambar ini adalah bagian akhir presentasi Prof. Wisnu Nurcahyo dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Beliau sedang Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, 19 Oktober 2020 yang lalu secara daring Zoom.

Saya mengikuti penuh paparan Pak Wisnu, hampir seluruh slide tayangan materi paparannya saya ambil untuk saya pelajari kembali. Sebenarnya ingin merekamnya utuh dalam bentuk video, tapi apa daya kinerja notebook makin menurun. Spesifikasi notebook tampaknya perlu ditingkatkan.
Selanjutnya…

Mahasiswa mengoreksi soal ujian segitiga sama kaki. Foto: WhatsApp

Mahasiswa mengoreksi soal ujian segitiga sama kaki. Foto: WhatsApp

AWAL tahun 2021 mendatang selama dua pekan merupakan masa Ujian Akhir Semester Ganjil 2020/2021. Khusus untuk semua mata kuliah yang asuh, pelaksanaan ujian berlangsung daring atau Online. Ujian sepenuhnya menggunakan aplikasi berbasis web.

Aplikasi web ini sederhana sekali, saya bangun berdasarkan riset kecil setelah melakukan REFLEKSI beberapa kali mengasuh mata kuliah pemrograman. Walau sederhana, tapi sesuai dengan apa yang saya butuhkan, yakni membantu saya mengoreksi hasil ujian mereka.

Mengingat soal yang harus dijawab dengan membuat algoritme dan pemrograman, maka selain diberikan soal matematika, misalnya, saya sertakan simulasi program untuk mempermudah mahasiswa memahami soal dan memberikan jawaban. Untuk itu, mereka harus mencoba lebih dulu dengan mengikuti pra UAS.

Soal diberikan dalam bentuk matematika sederhana. Salah satunya: Menghitung luas dan keliling bangun segitiga sama kaki. Jika sudah diketahui tinggi dan alasnya, maka kita bisa menghitung sisi miringnya lebih dulu dengan Teorema Phytagoras.
Selanjutnya…

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (29/12). Foto: Muchlis Jr - BPMI Setpres

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (29/12). Foto: Muchlis Jr – BPMI Setpres

TERUS terang baru kali ini saya menyimak paparan Menteri Kesehatan Pak Budi Gunadi Sadikin selama 25 menit penuh dari awal sampai akhir. Paparan ini disampaikan kemarin di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Ini karena di time-line media sosial Facebook kemarin beberapa kali lewat status pujian netizen kepada Pak Budi. Mereka memuji bagaimana Menkes memberikan keterangan pers dengan jelas, terstruktur, dan sistematis. Menkes juga terlihat berbicara cukup hati-hati dan terukur, meski tanpa terlihat senyum di bibirnya yang tertutup masker.

Saat di atas podium, Menkes terus berbicara sampai akhir tanpa melepas masker hitam yang menutupi mulutnya. Ini seolah memberikan pesan bahwa Pak Menkes memandang sangat serius terhadap upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang semakin hari semakin memprihatinkan penyebarannya.

Dengan tetap memakai masker, publik diharapkan akan menjadikannya sebagai contoh agar diikuti semua pihak tanpa terkecuali. Selanjutnya…

Belajar beres-beres dengan Metode KonMari. Foto: konmari.com

Belajar beres-beres dengan Metode KonMari. Foto: konmari.com

METODE KonMari ini diciptakan oleh Marie Kondo, wanita Jepang, seorang ahli dan konsultan profesional kerapian barang-barang rumah tangga. Dia menawarkan metode tersebut kepada semua orang di dunia untuk mengubah hidup. Dari pola hidup berantakan dan acak-adut menjadi tertata rapi, bersih, sehat, dan menggembirakan untuk selamanya.

Hmm… lebay ya?

Tidak juga. Ini setelah saya membaca salah satu bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku yang diterbitkan pertama kali sejak tahun 2011 ini telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa di dunia. Di Indonesia, cetakan pertama terbit Agustus 2016. Artinya, jika saya baru membelinya saat ini, saya telat informasi 4 tahun lebih. 😀

Tapi it’s okay. Justru saat inilah, mumpung libur akhir tahun dan Work from Home dalam rangka pagebluk Covid-19, saya lebih banyak mengisi hari-hari di rumah saja. Ada banyak waktu luang yang saya gunakan untuk beres-beres, baik membereskan rumah, mengisi perabotan, membuat perpustakaan kecil, membuat program aplikasi untuk persiapan Ujian Akhir Semester, sampai iseng membaca buku Marie Kondo ini.

Menarik. Saya ingin mencatat rangkuman metode KonMari di blog ini, tapi khawatir terbentur dengan Hak Cipta. Saya ingin mengubah urutan metode menjadi ala orang teknik. Hmm…
Selanjutnya…

Tangkapan layar SMS dari provider. Foto: dok. pribadi

Tangkapan layar SMS dari provider. Foto: dok. pribadi

TEPAT satu bulan yang lalu atau tanggal 29 November 2020 saya kembali mendapat bantuan Subsidi Kuota Belajar 50GB sebanyak 2x, yakni tahap 3 dan 4. Total menjadi 100GB untuk 2.5 bulan. Menurut pesan singkat yang saya terima, kuota ini berlaku hingga 11 Februari 2021 yang akan datang.

Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud, terutama Pemerintah RI yang telah memberikan bantuan kuota belajar untuk para dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Seperti yang sudah pernah saya catat di sini dan di sini, kuota ini sangat berarti bagi saya.

Memang, subsidi ini tidak diterima secara merata oleh teman-teman sesama profesi. Ada yang mengatakan bahwa meskipun data dirinya sudah tercatat di dalam database Dikti, namun hingga subsidi terakhir ini belum menerima sama sekali.

Begitu juga dengan beberapa mahasiswa yang saya tanya, mereka mengaku belum menerima bantuan subsidi kuota. Dua anak saya yang masih SMA dan SMP pun juga belum menerima bantuan yang sama. Tapi syukurlah, mereka berdua mendapatkan bantuan dari Indihome yang dibayar ayahnya. Seperti subdsidi silang begitu.
Selanjutnya…