LAPORAN MONITORING DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN (DPL)
KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK ANGKATAN 7 TAHUN 2026 BERBASIS SDGs
UNIVERSITAS MULIA
KELURAHAN SEPINGGAN RAYA, KECAMATAN BALIKPAPAN SELATAN, KOTA BALIKPAPAN
I. IDENTITAS PELAKSANAAN MONITORING
Nama Dosen Pembimbing Lapangan : Subur Anugerah
NIDN : 1110077401
Program Studi : Informatika, Universitas Mulia
Kelompok Bimbingan : KKN Tematik Kelompok 1 (Sepinggan Raya 1)
Ketua Kelompok : Raihan
Lokasi KKN : Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan
Lokasi Kegiatan yang Dimonitor : SMP Wiyata Mandala Balikpapan
Hari / Tanggal Monitoring : Jumat, 21 Agustus 2026
Waktu Pelaksanaan : Pukul 08.00 WITA s.d. selesai
Metode Monitoring : Observasi langsung di dalam ruang kelas, pengamatan interaksi fasilitator dengan peserta, wawancara singkat dengan mahasiswa pelaksana, dan pendokumentasian kegiatan
Program yang Dimonitor : Peningkatan Literasi Digital melalui Pelatihan Canva bagi Siswa Sekolah Menengah (Bidang: Digitalisasi Inovasi Pelayanan Publik)
Jumlah Peserta : 40 orang siswa dan siswi
Jumlah mahasiswa KKN : 6 orang
II. DASAR PELAKSANAAN MONITORING
1. Pedoman Pelaksanaan KKN Tematik Angkatan 7 Tahun 2026 Berbasis SDGs, Universitas Mulia.
2. Surat Tugas Dosen Pembimbing Lapangan Nomor: 078/UM/Rektor/VII/2026
3. Proposal Program Kerja KKN Kelompok 1 Kelurahan Sepinggan Raya, bidang Digitalisasi Inovasi Pelayanan Publik, dengan judul program “Peningkatan Literasi Digital melalui Pelatihan Canva bagi Siswa Sekolah Menengah”.
4. Hasil koordinasi mahasiswa dengan pihak SMP Wiyata Mandala Balikpapan sebagai mitra penyelenggaraan kegiatan pelatihan.
III. TUJUAN MONITORING
Kegiatan monitoring oleh Dosen Pembimbing Lapangan dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Memastikan kesesuaian antara pelaksanaan pelatihan di lapangan dengan rencana program kerja yang tertuang dalam proposal.
2. Menilai kesiapan materi, perangkat, dan media pendukung yang digunakan mahasiswa dalam menyelenggarakan pelatihan.
3. Mengamati efektivitas metode pelatihan serta tingkat keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung.
4. Mengukur ketercapaian luaran program, khususnya kemampuan peserta menghasilkan karya digital sederhana menggunakan aplikasi Canva.
5. Mengidentifikasi kendala teknis maupun non-teknis yang dihadapi mahasiswa serta memberikan arahan dan pembinaan langsung.
6. Menghimpun bukti dokumentasi sebagai bahan penyusunan laporan akhir KKN dan bahan evaluasi program.
IV. RINGKASAN PROGRAM YANG DIMONITOR
Judul Program : Peningkatan Literasi Digital melalui Pelatihan Canva bagi Siswa Sekolah Menengah
Bidang Program : Digitalisasi Inovasi Pelayanan Publik
Dukungan SDGs : SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas / Quality Education)
Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan guru pendamping sebagai peserta pendukung
Mitra Pelaksana : SMP Wiyata Mandala Balikpapan
Bentuk Kegiatan : Sosialisasi literasi digital, pengenalan fitur dasar aplikasi Canva, demonstrasi pembuatan desain, praktik mandiri peserta dengan pendampingan, serta sesi diskusi dan evaluasi
Tema Kegiatan di Lapangan : Canva Creative Class
V. KRONOLOGI KEGIATAN YANG DIAMATI
Rangkaian kegiatan yang diamati Dosen Pembimbing Lapangan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026 di SMP Wiyata Mandala Balikpapan adalah sebagai berikut:
1. Pukul 08.00 – 08.15 WITA, Persiapan ruang dan perangkat. Mahasiswa menyiapkan ruang kelas, memasang spanduk kegiatan “Canva Creative Class”, serta menghubungkan laptop dengan layar interaktif (smart TV) yang tersedia di sekolah sebagai media penayangan materi.
2. Pukul 08.15 – 08.35 WITA, Pembukaan dan sosialisasi literasi digital. Mahasiswa menyampaikan materi pengantar mengenai pentingnya literasi digital serta pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif bagi siswa.
3. Pukul 08.35 – 08.45 WITA, Pengenalan aplikasi Canva dan demonstrasi desain. Fasilitator dari kelompok mahasiswa memperagakan penggunaan fitur dasar Canva, meliputi pemilihan template, penambahan elemen dan teks, pengaturan warna, serta tata letak desain. Demonstrasi ditayangkan pada layar interaktif sehingga seluruh peserta dapat mengikuti langkah demi langkah.
4. Pukul 08.45 – 09.45 WITA, Praktik mandiri peserta dengan pendampingan. Peserta mempraktikkan pembuatan desain sederhana melalui aplikasi Canva pada telepon pintar masing-masing. Mahasiswa berkeliling ke setiap deret meja untuk mendampingi peserta yang mengalami kesulitan teknis maupun kesulitan dalam menuangkan ide desain.
5. Pukul 09.45 – 10.15 WITA, Presentasi hasil karya dan diskusi. Peserta menampilkan hasil desain yang telah dibuat, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian umpan balik oleh fasilitator.
6. Pukul 10.15 WITA s.d. selesai, Evaluasi, dokumentasi, dan arahan DPL. Mahasiswa melakukan evaluasi pemahaman peserta dan pendokumentasian kegiatan. Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan arahan tindak lanjut kepada kelompok.
VI. HASIL MONITORING
A. Kesesuaian Pelaksanaan dengan Metode pada Proposal
1. Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait waktu, tempat, dan peserta pelatihan. Status: Terlaksana. Keterangan: kegiatan terselenggara di ruang kelas SMP Wiyata Mandala Balikpapan dengan dukungan pihak sekolah.
2. Menyusun materi pelatihan mengenai literasi digital dan penggunaan aplikasi Canva. Status: Terlaksana. Keterangan: materi tersusun dan ditayangkan melalui layar interaktif.
3. Menyiapkan perangkat serta media pendukung kegiatan pelatihan. Status: Terlaksana. Keterangan: laptop fasilitator, layar interaktif sekolah, dan telepon pintar peserta.
4. Memberikan sosialisasi mengenai pentingnya literasi digital kepada siswa. Status: Terlaksana. Keterangan: disampaikan pada sesi pembukaan.
5. Memperkenalkan aplikasi Canva beserta fitur-fitur dasar yang dapat digunakan. Status: Terlaksana. Keterangan: mencakup template, elemen, teks, warna, dan tata letak.
6. Melakukan demonstrasi pembuatan desain menggunakan Canva. Status: Terlaksana. Keterangan: peragaan langsung oleh fasilitator pada layar interaktif.
7. Mendampingi siswa dalam praktik membuat desain secara mandiri maupun berkelompok. Status: Terlaksana. Keterangan: pendampingan dilakukan secara aktif dari meja ke meja.
8. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil desain yang telah dibuat. Status: Terlaksana. Keterangan: dilaksanakan pada sesi akhir kegiatan.
9. Melaksanakan sesi diskusi, tanya jawab, dan evaluasi pemahaman peserta. Status: Terlaksana. Keterangan: peserta cukup responsif terhadap pertanyaan fasilitator.
10. Melakukan dokumentasi kegiatan serta menyusun laporan pelaksanaan program. Status: Terlaksana. Keterangan: dokumentasi foto tersedia, laporan disusun oleh kelompok.
B. Pengamatan Pelaksanaan Pelatihan
1. Kegiatan diikuti oleh 40 orang siswa dan siswi dalam satu ruang kelas, dengan pengaturan tempat duduk berkelompok sehingga memudahkan peserta saling membantu selama sesi praktik.
2. Metode pelatihan yang digunakan adalah kombinasi ceramah singkat, demonstrasi langsung, dan praktik terbimbing. Kombinasi ini terbukti efektif karena peserta dapat langsung menirukan langkah yang diperagakan fasilitator pada perangkat masing-masing.
3. Media utama praktik peserta adalah telepon pintar, bukan komputer atau laptop. Pilihan ini realistis dengan ketersediaan perangkat di lokasi dan sesuai dengan karakteristik Canva yang berbasis web dan aplikasi bergerak, meskipun berdampak pada keterbatasan area kerja dan tingkat kerumitan desain yang dapat dihasilkan peserta.
4. Pemanfaatan layar interaktif milik sekolah sebagai media penayangan materi berjalan baik dan membantu peserta mengikuti alur demonstrasi secara serentak.
5. Jumlah fasilitator yang berkeliling selama sesi praktik memadai untuk melayani pertanyaan peserta, meskipun rasio pendamping terhadap jumlah peserta tergolong padat.
6. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keaktifan mencoba fitur aplikasi dan bertanya kepada pendamping.
C. Ketercapaian Luaran Program
1. Meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep literasi digital. Capaian: Tercapai. Bukti: penyampaian materi sosialisasi dan respons peserta pada sesi tanya jawab.
2. Meningkatnya kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi Canva sebagai media desain grafis sederhana. Capaian: Tercapai. Bukti: peserta mampu mengoperasikan aplikasi dan menyusun desain pada perangkat masing-masing dengan pendampingan.
3. Terciptanya hasil karya digital berupa poster, presentasi, atau media visual yang dibuat oleh peserta. Capaian: Tercapai sebagian. Bukti: karya peserta terbentuk pada sesi praktik, namun belum seluruhnya diarsipkan sebagai luaran terdokumentasi.
4. Meningkatnya kreativitas serta kepercayaan diri siswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan yang produktif. Capaian: Tercapai sebagian. Bukti: teramati secara kualitatif melalui antusiasme dan keberanian peserta menampilkan hasil karya; belum diukur dengan instrumen tertentu.
5. Terselenggaranya dokumentasi kegiatan sebagai bentuk laporan pelaksanaan program kerja KKN. Capaian: Tercapai. Bukti: dokumentasi foto kegiatan tanggal 21 Agustus 2026.
D. Kesesuaian dengan Target SDGs
– SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas): program ini memberikan akses pembelajaran keterampilan digital yang tidak diperoleh peserta melalui kurikulum reguler, sehingga memperluas kompetensi teknologi informasi siswa sekolah menengah pertama.
– Penguatan literasi digital yang dilakukan tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi diarahkan pada kemampuan menghasilkan karya digital yang bermanfaat. Hal ini sejalan dengan sasaran SDGs 4 mengenai peningkatan jumlah remaja yang memiliki keterampilan relevan untuk pembelajaran dan pekerjaan.
– Kegiatan ini juga berkontribusi tidak langsung terhadap pengurangan kesenjangan akses keterampilan digital antarsatuan pendidikan, karena menyasar sekolah dengan keterbatasan sarana laboratorium komputer.
VII. TEMUAN DAN KENDALA
A. Temuan Positif
1. Mahasiswa mampu menyelenggarakan pelatihan dengan jumlah peserta yang besar, yaitu 40 orang dalam satu sesi, dengan pengelolaan kelas yang tetap tertib dan terkendali.
2. Pembagian peran antaranggota kelompok berjalan jelas, meliputi fasilitator materi, operator perangkat, dan pendamping praktik, sehingga kegiatan berlangsung tanpa jeda yang berarti.
3. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sekolah menengah pertama.
4. Mahasiswa memanfaatkan sarana yang telah tersedia di sekolah, yaitu layar interaktif, sehingga kegiatan tidak membebani anggaran kelompok maupun pihak sekolah.
5. Pendekatan berbasis praktik langsung membuat peserta segera memperoleh pengalaman menghasilkan karya, bukan sekadar menerima teori.
B. Kendala dan Catatan Perbaikan
1. Praktik menggunakan telepon pintar membatasi luas area kerja desain, sehingga sebagian peserta mengalami kesulitan pada saat mengatur tata letak elemen secara rinci.
2. Ketergantungan aplikasi Canva pada koneksi internet menjadi risiko teknis, terutama ketika 40 perangkat mengakses jaringan secara bersamaan.
3. Kemampuan awal peserta bervariasi, sehingga sebagian siswa lebih cepat menyelesaikan tugas sementara sebagian lain masih memerlukan pendampingan intensif pada langkah dasar.
4. Belum tersedia modul atau panduan singkat yang dapat dipegang peserta sebagai rujukan setelah pelatihan berakhir.
5. Belum digunakan instrumen pengukuran seperti pratinjau dan pascatinjau sederhana, sehingga peningkatan pemahaman peserta baru dapat dinilai secara kualitatif.
6. Hasil karya peserta belum dihimpun secara sistematis, misalnya dalam bentuk galeri digital atau berkas kompilasi, sehingga potensi luaran program belum termanfaatkan optimal.
VIII. REKOMENDASI DAN ARAHAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN
Berdasarkan hasil monitoring, Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan arahan dan rekomendasi tindak lanjut sebagai berikut:
1. Menyusun modul atau panduan singkat penggunaan Canva dalam bentuk berkas digital yang dapat dibagikan kepada peserta dan guru pendamping sebagai rujukan mandiri setelah pelatihan.
2. Menerapkan instrumen pratinjau dan pascatinjau sederhana berupa beberapa butir pertanyaan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta secara terukur.
3. Menghimpun hasil karya peserta ke dalam satu kompilasi digital atau galeri sederhana sebagai bukti luaran program sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa.
4. Menyiapkan rencana cadangan teknis untuk mengantisipasi keterbatasan koneksi internet, misalnya dengan menyiapkan berkas template yang dapat diakses luring atau membagi peserta ke dalam sesi bergiliran.
5. Melibatkan guru pendamping secara lebih aktif agar terjadi alih pengetahuan kepada pihak sekolah, sehingga kegiatan pelatihan dapat dilanjutkan secara mandiri setelah program KKN berakhir.
6. Mempertimbangkan pembagian peserta berdasarkan tingkat kemampuan awal pada pelatihan berikutnya agar pendampingan lebih tepat sasaran.
7. Mengarsipkan seluruh dokumen kegiatan, meliputi daftar hadir peserta, materi pelatihan, hasil karya, dan dokumentasi foto, secara sistematis untuk kepentingan penyusunan laporan akhir KKN.
8. Melaporkan perkembangan pelaksanaan tindak lanjut kepada Dosen Pembimbing Lapangan pada jadwal pendampingan berikutnya.
IX. PENILAIAN UMUM DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN
1. Kesesuaian pelaksanaan dengan proposal: Sangat Baik. Catatan: seluruh tahapan metode pelaksanaan terlaksana.
2. Penguasaan materi oleh fasilitator: Baik. Catatan: penyampaian runtut dan sesuai tingkat peserta.
3. Pengelolaan kelas dan pendampingan peserta: Sangat Baik. Catatan: kelas dengan 40 peserta tetap terkendali.
4. Kesiapan perangkat dan media pendukung: Baik. Catatan: memanfaatkan sarana sekolah secara optimal.
5. Kualitas dan kemanfaatan luaran: Baik. Catatan: karya peserta terbentuk, pengarsipan perlu dilengkapi.
6. Kelengkapan administrasi kegiatan: Cukup. Catatan: daftar hadir dan instrumen evaluasi perlu dilengkapi.
7. Aspek keberlanjutan program: Cukup. Catatan: perlu penguatan alih pengetahuan kepada guru pendamping.
X. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil monitoring yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026 di SMP Wiyata Mandala Balikpapan, dapat disimpulkan bahwa Program Peningkatan Literasi Digital melalui Pelatihan Canva bagi Siswa Sekolah Menengah yang dilaksanakan mahasiswa KKN Tematik Kelompok 1 Universitas Mulia telah berjalan sesuai dengan rencana program kerja yang tertuang dalam proposal. Seluruh tahapan metode pelaksanaan, mulai dari koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi literasi digital, demonstrasi penggunaan aplikasi Canva, praktik terbimbing, hingga presentasi hasil karya peserta, terlaksana dengan baik dan diikuti oleh 40 orang siswa dan siswi.
Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan digital peserta didik pada jenjang sekolah menengah pertama. Catatan utama yang perlu ditindaklanjuti adalah penyediaan modul panduan mandiri bagi peserta, penerapan instrumen pengukuran pemahaman, penghimpunan hasil karya sebagai luaran terdokumentasi, serta penguatan alih pengetahuan kepada guru pendamping agar manfaat program berlanjut setelah masa KKN berakhir. Dengan demikian, pelaksanaan program dinyatakan berjalan baik dan dapat dilanjutkan sesuai arahan Dosen Pembimbing Lapangan.
XI. LAMPIRAN DOKUMENTASI
Dokumentasi kegiatan monitoring Dosen Pembimbing Lapangan pada Program Peningkatan Literasi Digital melalui Pelatihan Canva bagi Siswa Sekolah Menengah, SMP Wiyata Mandala Balikpapan, Jumat, 21 Agustus 2026.
Gambar 1. Tampak DPL, Subur Anugerah, datang langsung mengamati jalannya Pelatihan Canva di SMP Wiyata Mandala Balikpapan, diikuti 40 orang siswa dan siswi, Jumat (21/8/2026). Foto: Raihan/mahasiswa KKN.
Gambar 2. Mahasiswa KKN Kelompok Sepinggan Raya 1 sedang menjalankan program kerja Pendidikan dan Literasi Digital melalui Pelatihan Canva bagi siswa SMP Wiyata Mandala Balikpapan, Jumat (21/8/2026). Foto: Subur Anugerah/DPL.
Gambar 3. Mahasiswa KKN Kelompok Sepinggan Raya 1 sedang membantu para siswa SMP Wiyata Mandala Balikpapan mengoperasikan aplikasi Canva di layar telepon pintar masing-masing, Jumat (21/8/2026). Foto: Subur Anugerah/DPL.
Balikpapan, 21 Agustus 2026
Dosen Pembimbing Lapangan
KKN Tematik Kelompok 1
Subur Anugerah


