Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Kucing betina ini setiap pagi menunggu di depan pintu rumah. Lihat ulahnya ini. Foto: dok. pribadi

Kucing betina ini setiap pagi menunggu di depan pintu rumah. Lihat ulahnya ini. Foto: dok. pribadi

Ini adalah kucing betina. Setiap pagi usai matahari terbit, dia selalu berada di depan pintu masuk rumah. Kadang sambil ‘mengeong’ memanggil orang yang ada di dalam rumah. Ulahnya ini sudah dia jalani setiap hari sejak sebelum masuk bulan puasa yang lalu. Kira-kira 3-4 bulan yang lalu.

Untuk apa kucing ini di depan pintu rumah?

Lha, mau apalagi kalau bukan untuk makan. Setelah pintu dibuka, dia pasang muka melas. “Makan…” begitu mungkin meongnya.

Ya, makan pagi dan sore. Kadang siang dia mampir. Makanannya pun apa saja yang saya punya. Kucing ini termasuk doyan sembarang kalir. Kadang tahu goreng, tempe, ikan, ayam, roti, atau apa saja yang saya makan saat itu. Ibunya anak-anak membelikan dia makanan khusus untuk kucing peliharaan. Selanjutnya…

Teknik Nuklir UGM. Foto: Istimewa

Teknik Nuklir UGM. Foto: Istimewa

Hari Selasa (9/7) malam kemarin tiba-tiba ada kabar di grup Whatsapp keluarga. Ponakan bilang, dia diterima di Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada lewat SBMPTN. Malam itu juga ketika saya sedang berada di kelas, langsung saja saya menyambar, “Alhamdulillah… ya Allah, jadi anak UGM… Barakallah!”

Uminya malah bilang, “kok teknik nuklir… wih ngeri umi dengarx.”

Kabar ini  tentu saja surprise buat saya. Di media sosial bahkan sudah banyak kabar serupa. Hari itu time-line akun media sosial cukup ramai. Banyak orang tua, saudara, atau keluarga mereka yang ‘pamer’ keberhasilan. Mereka berbagi tangkapan layar telepon selularnya yang menunjukkan telah diterima di perguruan tinggi negeri pilihan.
Selanjutnya…

Richard Carlson, Dont Sweat the Small Stuff. Foto: dok. pribadi

Richard Carlson, Dont Sweat the Small Stuff. Foto: dok. pribadi

Pagi ini saya membuka kado dari si bungsu. Isinya adalah buku yang saya beli di Gramedia hari Minggu (7/7) kemarin. Ketika sampai di rumah usai membeli buku itu tidak segera saya buka. Saya malah sibuk dengan membuka Whatsapp membaca beberapa pesan yang masuk. Maklum, telepon genggam saya itu tidak saya bawa jalan.

Membuka kado seperti ini bagi saya adalah sesuatu yang langka. Maksudnya, sangat jarang terjadi. Kesan saya, secara pribadi tentu saja hati saya merasa sangat senang dan bahagia menerima hadiah. Apalagi hadiah itu jika diberikan sendiri oleh anak, istri, saudara, ataupun orang tua.
Selanjutnya…

Gagal sekali jadi merasa gagal total. Source: kaskus.id

Gagal sekali jadi merasa gagal total. Source: kaskus.id

Sejak posting video dokter Agus Ali Fauzi tempo hari, saya coba kembali menyimak pesan-pesannya, dan mencoba tertarik dengan sebutan istilah berpikir negatif. Ini terkait pengalaman saya yang beberapa kali ‘dituduh’ ini dan itu, melakukan hal yang sama sekali tidak saya lakukan. Mengapa orang tersebut bersikeras dengan tuduhan itu, meskipun saya jawab tidak?

Inilah yang kemudian membuat saya berpikir mengapa orang tersebut ‘ngeyel’?

    • Mengapa orang terbiasa berpikir negatif?
    • Mengapa orang terus menerus menuduh orang lain hanya berdasarkan prasangkanya yang buruk?
    • Mengapa orang itu memiliki standar ganda? Ketika ia melakukan kesalahan, maka ia anggap itu adalah hal yang biasa dan tidak mengapa ia lakukan. Namun, ketika orang lain melakukan hal yang sama, ia sebut kesalahan itu tak dapat dimaafkan.

    Selanjutnya…

dr Agus Ali Fauzi dalam suatu sesi. Sources: Screenshot

dr Agus Ali Fauzi dalam suatu sesi. Sources: Screenshot

Seorang teman pagi ini mengirimkan tautan video Youtube perihal rekaman dr Agus Ali Fauzi. Karena pagi hari menjelang berangkat kerja, saya pun tak sempat menontonya lebih lengkap. Saya pun penasaran dan mengingat-ingat siapa dr Agus ini.

Ya, bagi yang sudah pernah menonton videonya yang viral tahun 2018 lalu, biasanya langsung ingat siapa dia.

Di video yang sempat viral di berbagai grup Whatsapp itu dr Agus sedang mengisi acara yang digelar Bank BRI bersama pensiunan pegawainya. Setelah menonton kembali video itu siang ini, saya pun tak kuat menahan tawa hahaha…
Selanjutnya…

Stasiun Karangasem Banyuwangi menjelang Subuh, Rabu (12/6). Foto: dok. pribadi

Stasiun Karangasem Banyuwangi menjelang Subuh, Rabu (12/6). Foto: dok. pribadi

Ini adalah perjalanan saya untuk yang kedua kalinya ke Banyuwangi.

Jika sebelumnya dari Malang ke Banyuwangi Baru menuju Bali, maka kali ini dari Stasiun Gubeng Surabaya ke Karangasem karena dekat tengah kota Banyuwangi dan Gunung Ijen.

So, ini adalah pengalaman baru untuk pertama kalinya buat saya hehe…

Saya merasa sangat berkesan dengan Stasiun Gubeng Baru dan Karangasem. Cakep deh… bersih dan klasik…
Seperti apa? tonton saja sampai habis…

Selanjutnya…