Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Salah satu tim baris berbaris peserta LKBB 2019. Source: dok. pribadi

Salah satu tim baris berbaris peserta LKBB 2019. Source: dok. pribadi

Minggu (31/3/2019) kemarin saya menemani si bungsu ‘bertanding’ dalam lomba baris berbaris yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Balikpapan. Menurut sumber, lomba diikuti 56 tim kategori SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tim terdiri atas 12-16 orang anggota. Diuji dewan juri yang berasal dari TNI-Polri, Pramuka, dan perkumpulan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

Terus terang, saya baru tahu di kota ini ada lomba atau kompetisi baris berbaris. Maklum, selama sekolah dulu, saya belum pernah mengikuti lomba seperti ini, kecuali sekadar belajar. Kira-kira sekali dua kali saja belajar, selebihnya tidak berminat. Kegiatan baris berbaris kemudian saya ketahui lewat televisi atau media sosial.
Selanjutnya…

Lagi dimana. Sumber: Screenshot

Lagi dimana. Sumber: Screenshot

“Lagi dimana”

Itu pesan pertama WhatsApp seseorang kepada saya ketika ketika saya sedang berada di sebuah kelas.

Kebetulan, saya tidak langsung membalas karena nomornya tidak ada dalam kontak saya. Penasaran, saya mencari tahu siapa yang sepertinya sok akrab dan tiba-tiba seperti sedang membutuhkan sesuatu.

Setelah saya cek, saya mengenalinya. “Oh…,” gumam saya.

Saya merasa agak aneh saja. Ia sepertinya menunggu balasannya saya. Seperti biasa. Saya juga sedang menunggu pesan dia berikutnya untuk mengetahui apakah ybs benar-benar membutuhkan sesuatu ataukah sekadar basa-basi. Selanjutnya…

Sunmori, Sunday Morning Ride beli Tahu Sumedang Bukit Merdeka Samboja ini. Foto: dok. pribadi

Sunmori, Sunday Morning Ride beli Tahu Sumedang di Bukit Merdeka Samboja Kalimantan Timur. Foto: dok. pribadi

Hari Minggu (3/3/2019) ini rasanya cukup pas untuk diisi kegiatan bareng istri yang sudah beberapa kali tertunda. Kegiatan itu adalah Sunday Morning Ride, mengendarai motor di Minggu pagi.

Tujuan kali ini adalah ke Tahu Sumedang Samboja yang berada di pertengahan poros Balikpapan Samarinda, di kilometer 50. Pasalnya, ibunya anak-anak tempo hari titip ingin dibelikan oleh-oleh tahu ini. Saat itu, saya belum sempat mampir membelinya ketika perjalanan pulang Solo Touring dari Bontang akhir Januari lalu.

Rute Sunmori kali ini melewati Pasar Sepinggan, kemudian menyusuri jalur timur menuju Manggar, Teritip, hingga pertigaan Samboja. Selanjutnya…

hard works must be combined smartwork. Pak Ndul. Foto: Screenshot

hard works must be combined smartwork. Pak Ndul. Foto: Screenshot

Hard works must be combined with smartwork. Kalimat ini meluncur dari Pak Ndul, seorang yang tanpa ‘Nourish’ dan viral di media sosial belakangan ini.

Janggutnya yang putih menunjukkan ia kira-kira di atas usia 50. Termasuk golongan ‘oversek’, over seket, di atas lima puluh tahun.

Belakangan ini memang wajah Pak Ndul, begitu orang-orang menyebutnya, selalu muncul di time line Facebook. Sesekali orang-orang juga mengirimkannya kembali ke grup-grup Whatsapp. Selanjutnya…

Masyarakat 5.0. Sources: Screenshot

Masyarakat 5.0. Sources: Screenshot

Siang kemarin saya masuk warung langganan, Lontong Balap, untuk sekadar melepas kangen menikmati seporsi lontong cambah. Maklum, lama sekali tidak mampir makan lontong, makanan khas Suroboyo.

Masnya yang biasa berjualan sendirian, kini berdua dengan seorang wanita. Ia tampak tersenyum ketika saya datang dan kaget ketika wanita ini dengan cekatan mengambil alih masnya dan melayani saya.

Oh, saya jadi paham. Mungkin masnya baru menikah. Pengantin baru, biasanya masih merasakan senang-senangnya. Saya pun melepas senyum juga untuk masnya. Selanjutnya…

Cover Solo Trip. Foto: dok. pribadi

Cover Solo Trip. Foto: dok. pribadi

Akhir tahun lalu seorang teman mengabari saya agar ikut berbagi pengalaman atau sharing dalam sebuah pelatihan jurnalistik di Bontang. Pelatihan itu sendiri berjalan selama tiga hari. Diawali Jumat (25/1) malam dan berakhir Minggu (27/1).

Saya diminta sharing selama dua jam tentang pengalaman selama lima atau enam tahun terakhir mengelola website berita dengan sumber daya terbatas. Dengan berbagi, mereka diharapkan terdorong untuk mengimplementasikannya di tempat mereka bekerja. Selanjutnya…