Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Presentasi makalah Seminastika 2019 Universitas Mulia di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Rabu (16/10). Foto: dok. pribadi

Presentasi makalah Seminastika 2019 Universitas Mulia di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Rabu (16/10). Foto: dok. pribadi

Alhamdulillah. Tahun ini saya berkesempatan mengikuti Call for Paper Seminastika 2019 yang diselenggarakan Universitas Mulia di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Rabu (16/10). Seminar Nasional yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini bertajuk Embracing Industry 4.0, Towards Sustainable Smart Application. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan sukses, plus surprise.

Selain Bapak Jauhar Effendi, Plt Assisten Pemerintahan dan Kesra mewakili Gubernur Kalimantan Timur, juga hadir narasumber dari UTeM Melaka Malaysia Prof Masilla dan Dr Valentine J Gandhie dari Inggris. Sayang sekali, untuk menulis rangkuman para narasumber lumayan bikin pegel. Tapi sebagian materi Gubernur Kaltim bisa diakses di situs resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Tampak ratusan orang, baik dari akademisi, peneliti, maupun professional ikut berpartisipasi sebagai peserta dan pemakalah. Mereka berasal dari Aceh, Jakarta, Papua, dan Kalimantan hingga luar negeri antusias membagikan dan mempresentasikan pengalaman dan karyanya. Mereka juga tampak siap berdiskusi lebih lanjut mengingat waktu presentasi yang terbatas. Hanya 15 menit untuk presentasi dan tanya jawab. Selanjutnya…

Batik Printing, sebutan batik yang bukan batik. Foto: dok. pribadi

Batik Printing, sebutan batik yang bukan batik. Foto: dok. pribadi

“Hari ini Hari Batik, mari merasakan kasta…” ujarku pagi ini pada istri, ketika bersiap berangkat kerja. Ia tersenyum dan membalas. “Baju ini juga ada kastanya,” akunya pada baju muslimah hitam yang ia kenakan.

“Tidak, saya merasakan batik berbeda. Jika baju biasa tidak terlihat mahal atau tidak, tapi kalau batik, orang akan melihat dari jauh saja sudah tahu berapa “nilai” batiknya,” begitu balasku.

Itu perbincangan ringan saya dengan istri pagi ini di Hari Batik, 2 Oktober 2019. Maka ketika ada anjuran mengenakan pakaian batik terbaik di Hari Batik, saya membayangkan masing-masing orang akan mengenakan batik terbaiknya. Ya, terbaik menurut yang mengenakan dan yang dimilikinya.

Setelah kita sama-sama mengenakan batik terbaik menurut kita sendiri, maka… taraa… yang mengerti dan paham tentang batik akan bisa memberi “nilai” masing-masing orang yang berbatik. Betulkah? Selanjutnya…

Narasumber penguatan jabatan fungsional LLDIKTI XI Kalimantan di Hotel Aston Balikpapan, Kamis (26/9). Foto: dok. pribadi

Narasumber penguatan jabatan fungsional LLDIKTI XI Kalimantan di Hotel Aston Balikpapan, Kamis (26/9). Foto: dok. pribadi

Kamis (26/9) kemarin saya mendapat tugas mengikuti penguatan jabatan fungsional yang digelar LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, di Gedung Sudirman Hotel Aston Balikpapan. Kegiatan ini diikuti sekira 200 lebih peserta yang berasal dari 48 PTS Kalimantan Timur dan 8 PTS Kalimantan Utara.

Ketika mendapat informasi kegiatan ini dari seorang rekan beberapa hari sebelumnya, saya sudah berniat tidak mengikutinya. Ini karena saya pikir tahun lalu sudah pernah mengikuti kegiatan serupa. Tapi, kali ini saya menerima tugas resmi bersama teman-teman lainnya. Maka, mau tak mau saya harus hadir.

Tepat pukul 8.00 pagi, saya sudah berada di lokasi acara. Setelah registrasi dan duduk di deretan kursi sebelah kanan, datang lah Ibu Ida, pejabat LLDIKTI XI. Saya pun ‘say hello’ dan mengobrol singkat. Usai pembukaan, saya tidak menyangka tiba-tiba dipanggil pembawa acara untuk memimpin doa. Makdeg! Selanjutnya…

Mengaktifkan Ransomware Protection pada Windows 10. Foto: tangkapan layar

Mengaktifkan Ransomware Protection pada Windows 10. Foto: tangkapan layar

Seorang teman memberi tahu bahwa komputer si Fulan terkena Ransomware. Komputernya tiba-tiba masuk mode jadul. Ada pesan yang dia terima bahwa semua data yang ada di komputernya itu telah diproteksi alias tidak bisa dibuka lagi.

Untuk membuka proteksi file-file itu, dia diminta membayar pada pemberi pesan lewat taut URI pesan tersebut. Herannya, si Fulan ini santai-santai saja, malah tertawa-tawa lagi. Sebaliknya, tentu saja, saya menganggap serangan Ransomware ini masalah serius! Serius banget pokoknya!

Pasalnya, ya… seperti biasa, orang yang bekerja di depan komputer selalu dan selalu berhubungan dengan data. Sembarang kalir data disimpan di komputer. Itu kerjaan saya. Masalahnya, jika terjadi failure, entah disebabkan oleh program virus, perangkat keras rusak, bencana, atau apapun itu, terjadi pada data yang ada di komputer, begh… Maka hendaklah istirja! Tetap berusaha dan bertawakal lah! Selanjutnya…

Beras produksi Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara. Foto: dok. pribadi

Beras produksi Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara. Foto: dok. pribadi

Hari itu di Whatsapp Group RT ramai dengan beberapa gambar penawaran barang dagangan para tetangga. Ada yang menawarkan Laundry, obat herbal, makanan ringan, hingga mencari tukang service alat-alat rumah tangga.

Terus terang, sebagai anggota grup, meski kadang merasa tidak memerlukan informasi, saya mencoba memahami dan mengerti bahwa di grup itulah berbagai macam karakter warga sekitar. Mereka berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda kebiasaan, budaya, dan adat istiadatnya. Sebagai salah satu warga, saya harus ikut menjaga diri, saling menghormati. Pepatah Jawa ada papan empan adepan.

Maksudnya, ketika kita bersikap maupun berbicara agar memperhatikan tempat, situasi, dan kondisi. Situasi (papan) menunjukkan ada dimana kita berada, memperhatikan isi (empan) atau konten (maupun konteks) ketika kita berbicara atau berbuat, dan memperhatikan dengan siapa (adepan) kita berbuat atau berbicara. Selanjutnya…

Windows Phone Nokia Lumia 520 yang ancur layarnya tapi masih oke jalan deh ya. Foto: dok. pribadi

Windows Phone Nokia Lumia 520 yang ancur layarnya tapi masih oke jalan deh ya. Foto: dok. pribadi

Sejak mengenal Windows Phone Microsoft Lumia di tahun 2013 yang lalu, saya kepincut. Lebih tepatnya, saya kepincut layar kotak-kotak Windows 8, yang namanya cukup keren, Metro User Interface atau antarmuka Metro. Terus terang, saya terpikat dengan Metro karena warna-warninya yang cakep.

Maka, membelilah saya saat itu. Saya pilih yang paling murah, Nokia Lumia 520 seharga kurang dari 1.5 juta. Metro, mengganti antarmuka Microsoft Windows tradisional. Isinya ada tombol Start, dan banyak kotak ubin “Live Tiles”, asyik. Jika disentuh, maka akan membawa pengguna ke aplikasi terkait. Cukup menghindari bosan Android kala itu.

Desain Metro pertama kali diperkenalkan sistem operasi Windows 7 Phone. Dirancang untuk menjadi antarmuka berbasis sentuhan yang akan bekerja di berbagai perangkat, termasuk ponsel pintar, komputer tablet, laptop dan PC desktop. Metro menjadi antarmuka default dalam Windows 8, yang ada pada milik saya ini. Selanjutnya…