suburaID | Catatan Aktivitas, Inspirasi, dan Kesemangatan
Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Saat presentasi makalah di ROOM 9 KONIK4 dengan ZOOM, Sabtu (13/6). Foto: Tangkapan layar

Saat presentasi makalah di ROOM 9 KONIK4 dengan ZOOM, Sabtu (13/6). Foto: Tangkapan layar

Alhamdulillah. Akhirnya di ujung Semester Genap 2019/2020 ini saya bisa menyelesaikan penelitian kecil dan publikasi ke dalam sebuah Prosiding Nasional Konferensi Nasional Ilmu Komputer ke-4 atau KONIK4. Menurut informasi, konferensi ini diikuti 2.500 peserta dan 178 pemakalah dari seluruh Indonesia. Waw…

Lantaran masuk dalam masa pandemi Covid-19, konferensi diselenggarakan dalam jaringan Internet atau daring atau ONLINE. Konferensi ini diselenggarakan oleh APTIKOM Sulawesi Tenggara (Sultra) dan disiarkan live di YouTube dan aplikasi ZOOM, Sabtu (13/6) yang lalu.

Menurut panitia, makalah yang diterima akan masuk prosiding dan Insyaallah akan diterbitkan akhir bulan Juni ini. Beberapa makalah yang dinilai bagus oleh panitia akan dimasukkan ke dalam jurnal terindeks Sinta 4 dan 5. Jadi, saat ditulis blog ini, beberapa panitia masih menerima revisi makalah hingga 20 Juni 2020 mendatang.
Selanjutnya…

Amy Morin dalam Channel TEDxTalks tentang The Secret of Becoming Mentally Strong. Foto: Screenshot

Amy Morin dalam Channel TEDxTalks tentang The Secret of Becoming Mentally Strong. Foto: Screenshot

Saat menulis artikel ini saya sedang akan menyelesaikan salah satu dari lima Pekerjaan Rumah yang pekan depan harus sudah beres. Begitu menyalakan Internet, pandangan saya tertuju pada sebuah video YouTube dari Channel TEDxTalks berjudul The Secret of Becoming Mentally Strong yang dibawakan Amy Morin.

Saya tahu ini adalah distraksi atau gangguan ketika sedang menyelesaikan sebuah pekerjaan. Tetapi seringkali gangguan ini timbul sebentar kemudian hilang terlupakan. Nah, sebelum terlupakan akibat berbagai kesibukan yang akan menghadang pekan depan, saya catat lebih dulu disini karena relevan dengan beberapa artikel dan video yang sudah saya buat sebelumnya di tengah ketidakpastian.

So, I have a Facebook friend whose life seems perfect,” kata Amy Morin mengawali ceritanya. “She lives in gorgeous and she has a really rewarding career,” lanjut Amy membuka siapa teman yang diceritakannya itu. Selanjutnya…

Komponen nilai akhir semester pada SIAS Universitas Mulia. Foto: Screenshot

Komponen nilai akhir semester pada SIAS Universitas Mulia. Foto: Screenshot

Alhamdulillah. Perkuliahan selama satu semester Genap 2019/2020 akan berakhir pekan ini. Terbayang, kesibukan sana-sini sudah melintas di kepala. Walau masih ada satu kelas lagi yang belum kelar, tapi pekan ini pekerjaan mengoreksi sudah harus DICICIL. Mengoreksi ujian, tugas, kuis, presensi kehadiran, plus nilai ETIKA yang memiliki bobot 15%.

Mengapa nilai ETIKA ini PENTING dan menjadi bagian Nilai Akhir?

Menurut Peraturan Rektor UM no. 001/Per/Rektor/UM/I/2020 tentang Tata Aturan Penilaian Pembelajaran di Lingkungan Universitas Mulia tanggal 7 Januari 2020, menyebutkan bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan komponen Sikap dan Pengetahuan dengan proporsi 25% Sikap dan 75% Pengetahuan. Rinciannya, komponen Sikap terdiri atas Kehadiran (10%) dan Etika (15%). Sedangkan komponen Pengetahuan terdiri atas Tugas (15%), Kuis (15%), UTS (20%), dan UAS (25%).

Secara pribadi saya sangat setuju pemberian nilai ETIKA menjadi bagian dari nilai akhir. Dari pengalaman sebelumnya, saya pernah mengeluh tentang betapa beratnya memberi nilai akademik saja tanpa memperhatikan attitude. Saya melihatnya langsung di kelas. Ini beban moral. Cieleh… Selanjutnya…

Pulang Kampung Virtual yang digelar detik.com 21 Mei 2020 yll, lumayan menghibur kerinduan mudik. Foto: Screenshot

Pulang Kampung Virtual yang digelar detik.com 21 Mei 2020 yll, lumayan menghibur kerinduan mudik. Foto: Screenshot

Tahun ini bagi saya menjadi catatan sejarah perjalan mudik yang berbeda jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ya, hampir semua orang sudah faham dengan kondisi saat ini: wabah virus korona melanda di hampir seluruh negara di dunia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jawa Timur dan Bali adalah tujuan silaturahim perjalanan mudik saya bersama anak dan istri. Tujuan mudik biasa di Surabaya, kemudian ke Japanan Porong, Pare, Kediri, dan Srengat Blitar. Di kota inilah keluarga orang tua saya tinggal. Usai mudik, saya biasa mencari alternatif jalan pulang. Biasa mengambil jalan dari Bali menuju ke Kalimantan.

Di perjalanan inilah kadang yang membuat hati ini rindu, suasana seru, membuat adrenaline naik turun. Ada perjuangan berat yang mengharu-biru. Di tahun 2015 ada pengalaman kecut berebut naik pesawat di Bandara Sepinggan. Menunggu keberangkatan dari pagi sampai tengah malam yang melelahkan. Situasinya mirip seperti berebut naik bus antar kota. Penumpang sulit diatur. Lucu, tapi itulah fakta. Yang jelas ada banyak cerita mudik di tahun-tahun berikutnya.
Selanjutnya…

Ada wabah Covid-19, Yok Bikin Private Cloud Rumahan. Ilustrasi

Ada wabah Covid-19, Yok Bikin Private Cloud Rumahan. Ilustrasi

Masa tanggap darurat wabah virus korona atau Covid-19 saat ini mendorong munculnya banyak ide maupun gagasan. Baik digunakan untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi dan kondisi, maupun untuk memecahkan masalah dan mencapai beberapa tujuan penting lainnya.

Salah satau yang saat ini sedang populer adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara langsung dua arah atau singkron (Synchronous) maupun asingkron (Asynchronous) atau tidak langsung. Maklum, seluruh komunikasi kini harus berjarak, Physical Distancing, untuk memutus persebaran virus antar manusia lewat droplet, abab dan wahing-wahing.

Bentuk PJJ ini bisa berupa suara, gambar, teks, maupun video multimedia. Terus terang intensitas interaksi PJJ melalui Internet ini sangat tinggi. Saking tingginya, alat yang digunakan untuk kegiatan PJJ ini, seperti smartphone, komputer, jaringan, dan pendukung lainnya — yang kita sebut IoT atau Internet of Things — sampai tertinggal tidak diperhatikan. Ketahuilah, alat-alat IoT yang ada ini punya kapasitas dan kemampuan yang terbatas.
Selanjutnya…

Cover video Kuliah Online RPL. Foto: dok. pribadi

Cover video Kuliah Online RPL. Foto: dok. pribadi

Selama pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dunia banyak mengalami perubahan yang sangat cepat. Perubahan ini terjadi di hampir seluruh bidang kehidupan, baik ekonomi, sosial, budaya, hingga gaya hidup. Saking luar biasanya wabah pandemi ini, perang yang terjadi di Timur Tengah pun sampai terhenti. Hampir segala bidang kehidupan terpengaruh Covid-19.

Salah satu bidang yang saat ini terkena dampaknya adalah pada pendidikan pengajaran di sekolah atau di perguruan tinggi. Cara atau kebiasaan belajar mengajar yang harus tatap muka dan harus hadir di kelas untuk mempermudah mengontrol proses pendidikan dan evaluasi (synchronous), kini sedikit banyak berubah.

Selama kurang lebih tiga pekan menjalankan kuliah online, dari Selasa (17/3) sampai dengan Kamis (2/4), saya seperti “dipaksa” melakukan mengajar online. Dipaksa lantaran memang situasi dan kondisi mengharuskan demikian. Hal ini berlaku juga di hampir segala bidang kehidupan lainnya.

Selanjutnya…