Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all. Sources: https://www.un.org/

Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all. Sources: https://www.un.org/

Tempo hari saya diprotes ibunya anak-anak gegara pas berbicara di depan banyak orang, saya mengatakan, “Ibu-ibu bapak-bapak, mengaji itu setiap saat, bukan saja saat mengaji seperti ini, ada guru, ada kitab, dan kita sebagai murid menyimak. Tetapi mengaji itu juga kita jalankan setiap saat. Mulai dari bangun tidur, keluar rumah, sampai di tempat ini,” kata saya.

Rupanya hal ini diprotes ibunya anak-anak. “Kan biasanya tidak begitu, mengaji itu ya sudah cukup ada guru, kitab, lalu murid,” begitu kurang lebih sanggahnya. “Ntar dibilang orang apa loh nanti…” tambahnya dengan rasa kuatir.

Betul. Mengaji itu harus berguru. Dengan berguru, sanad terus berlanjut dari sumber aslinya sehingga orang tidak asal berbicara tanpa mengetahui asal usulnya, sebab musabab mengapa hal itu terjadi, bagaimana proses sesungguhnya, hingga solusi pemecahan masalahnya, bagaimana diimplementasikan di kehidupan sehari-hari, dan upaya-upaya kita untuk belajar memperbaiki diri di masa yang akan datang. Semua ini merupakan ikhtiar manusia mengapa perlu belajar.

Selanjutnya…

Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sumber: https://www.id.undp.org/

Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sumber: https://www.id.undp.org/

Alhamdulillah. Sejak sepekan yang lalu saya sudah melakukan pengisian Sensus Penduduk 2020 (SP20) Online. Dan baru hari ini menyelesaikan pengiriman data sensus orang tua. Sebelumnya, saya juga ikut menyebarkan pemberitahuan lewat media sosial, seperti yang dilakukan Presiden Jokowi, agar masyarakat mengisi Sensus Penduduk di laman https://sensus.bps.go.id.

Tapi, sejauh ini tidak ada tanggapan atau komentar apapun dari orang-orang yang mungkin membaca dan mengetahui informasi yang sudah saya sebarkan tersebut.

Mungkin bisa jadi tidak semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama seperti orang yang sudah memanfaatkan SP20 Online tersebut, itu pertama. Kedua. Ada pula yang bertanya-tanya, apa manfaatnya bagi saya mengisi Sensus Penduduk Online? Ketiga. Apa semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama perihal memanfaatkan teknologi Internet? Keempat. Mengapa tidak pemerintah sendiri turun ke masyarakat melakukan pendataan door-to-door? Dan mungkin segudang pertanyaan lain.
Selanjutnya…

Alasan kenapa mau jadi PNS. Sumber: Youtube tirto.id

Alasan kenapa mau jadi PNS. Sumber: Youtube tirto.id

DALAM beberapa hari terakhir ini ada obrolan di sebuah grup yang mengundang perhatian saya. Entah saya sekadar menyeletuk, basa-basi, say hello, atau lebih serius lagi mengusik nalar sehingga mengundang komentar panjang.

Kebetulan, pekan ini momennya adalah penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Di kampus, saat ini ada ribuan peserta yang sedang menempuh test CPNS. Dilihat dari formasi yang dibutuhkan pemerintah daerah setempat, mereka peserta rata-rata adalah Sarjana.

Sementara itu, dalam sebuah obrolan, ada seorang PNS yang akan mengajukan pensiun dini. Usianya saat ini mendekati 51 tahun. Saya tidak tahu pada usia berapa ia akan pensiun. Saya berasumsi, mungkin umur 55 tahun pensiun dini. Saat ini ia sedang fokus saving, mengumpulkan assets, sangu buat bekal pensiun.
Selanjutnya…

Soal UAS ADBO Semester 5

Soal UAS ADBO Semester 5

ALHAMDULILLAH. Hari ini selesai mengoreksi ujian akhir semester mata kuliah ADBO. Baru sekarang bisa mengoreksi tumpukan kertas. Menumpuk setiap kali terlihat di bawah meja kerja, setiap kali itu pula rasanya kepala ini pening. Seolah ada beban dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Dua pekan kemarin sedang mengoreksi ujian untuk kelas pemrograman, lumayan pegel. Syukurnya, walaupun pegel tapi tercatat lengkap dengan program aplikasi yang digunakan mengoreksi dan menilai. Sedikit saya ulas aplikasi itu di postingan sebelumnya tentang Implementasi PTK. Yak, ini target masuk jurnal nasional terakreditasi. Semoga sukses. Aamiin.

Kembali ke ADBO, soal ini ternyata lumayan membuat mahasiswa terkaget-kaget. Pasalnya, soal ini tidak diduga dari biasanya yang hanya berupa urutan hasil observasi dan survey. Mahasiswa diminta menjawab dengan membuat diagram UML, diawali Use Case atau Activity Diagram lebih dulu, baru diikuti Sequence Diagram dan Class Diagram.
Selanjutnya…

Si empus betina, merasa nyaman saja tidur di dashborad motor. Foto: dok. pribadi

Si empus betina, merasa nyaman saja tidur di dashborad motor. Foto: dok. pribadi

Kucing tidur di atas jok motor pada malam hari adalah hal yang biasa terjadi. Biasanya, kucing mencari tempat yang sekiranya nyaman menurut dirinya sendiri, meski telah tersedia tempat untuknya yang lebih nyaman. Dan tidur di atas jok motor banyak dipilih kucing, baik jantan mapun betina.

Biasanya, kucing jantan dewasa jika usai bangun tidur, dia akan menggeliat, mulet (Jawa), sambil menggarukkan kukunya pada jok motor. Makcring-cring, kuku-kuku tajam dan lancipnya melubangi dan merobek kulit jok motor.

Semalam saya dibuat cengar-cengir sendiri melihat keluarga kucing ini tidur di atas motor New Mega Pro ini. Induknya santai di jok, sedangkan dua anaknya di atas dashboard. Ya ampun… lucu. Tidurnya bertumpuk, menindih, dan melungker. Apa ya enak tidurnya kayak gitu, pus?
Selanjutnya…

Teknik assessement kelompok dalam sebuah PTK pemrograman. Sumber: tangkapan layar aplikasi

Teknik assessment kelompok dalam sebuah PTK pemrograman. Sumber: tangkapan layar aplikasi

Dalam beberapa tahun terakhir mengajar kelas pemrograman, saya menemukan beberapa masalah antara lain rendahnya kemampuan mahasiswa mengikuti materi pemrograman. Selain itu, jika diberikan tugas, maka kualitas tugas mereka rendah, copy-paste, dan sekadar memenuhi kewajiban saja.

Tidak heran, hasil evaluasi selama satu semester menunjukkan nilai yang juga rendah. Tentu saja ini tidak berlaku bagi mahasiswa yang benar-benar belajar yang ditunjukkan lewat konten maupun konteks tugas dan evaluasi. Ada peningkatan dari tahap satu ke tahap berikutnya.

Sebenarnya ada usaha yang saya lakukan untuk menghimpun atau mengumpulkan nilai mereka. Sayangnya, mengingat tumpukan tugas lainnya dalam tri darma perguruan tinggi, apalagi adanya tugas tambahan, maka tumpukan tugas mahasiswa tersebut tidak terdokumentasi dengan baik. Kondisi ini menyebabkan evaluasi dan refleksi hasil belajar kurang optimal.
Selanjutnya…