Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Pulang Kampung Virtual yang digelar detik.com 21 Mei 2020 yll, lumayan menghibur kerinduan mudik. Foto: Screenshot

Pulang Kampung Virtual yang digelar detik.com 21 Mei 2020 yll, lumayan menghibur kerinduan mudik. Foto: Screenshot

Tahun ini bagi saya menjadi catatan sejarah perjalan mudik yang berbeda jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ya, hampir semua orang sudah faham dengan kondisi saat ini: wabah virus korona melanda di hampir seluruh negara di dunia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jawa Timur dan Bali adalah tujuan silaturahim perjalanan mudik saya bersama anak dan istri. Tujuan mudik biasa di Surabaya, kemudian ke Japanan Porong, Pare, Kediri, dan Srengat Blitar. Di kota inilah keluarga orang tua saya tinggal. Usai mudik, saya biasa mencari alternatif jalan pulang. Biasa mengambil jalan dari Bali menuju ke Kalimantan.

Di perjalanan inilah kadang yang membuat hati ini rindu, suasana seru, membuat adrenaline naik turun. Ada perjuangan berat yang mengharu-biru. Di tahun 2015 ada pengalaman kecut berebut naik pesawat di Bandara Sepinggan. Menunggu keberangkatan dari pagi sampai tengah malam yang melelahkan. Situasinya mirip seperti berebut naik bus antar kota. Penumpang sulit diatur. Lucu, tapi itulah fakta. Yang jelas ada banyak cerita mudik di tahun-tahun berikutnya.
Selanjutnya…

Ada wabah Covid-19, Yok Bikin Private Cloud Rumahan. Ilustrasi

Ada wabah Covid-19, Yok Bikin Private Cloud Rumahan. Ilustrasi

Masa tanggap darurat wabah virus korona atau Covid-19 saat ini mendorong munculnya banyak ide maupun gagasan. Baik digunakan untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi dan kondisi, maupun untuk memecahkan masalah dan mencapai beberapa tujuan penting lainnya.

Salah satau yang saat ini sedang populer adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara langsung dua arah atau singkron (Synchronous) maupun asingkron (Asynchronous) atau tidak langsung. Maklum, seluruh komunikasi kini harus berjarak, Physical Distancing, untuk memutus persebaran virus antar manusia lewat droplet, abab dan wahing-wahing.

Bentuk PJJ ini bisa berupa suara, gambar, teks, maupun video multimedia. Terus terang intensitas interaksi PJJ melalui Internet ini sangat tinggi. Saking tingginya, alat yang digunakan untuk kegiatan PJJ ini, seperti smartphone, komputer, jaringan, dan pendukung lainnya — yang kita sebut IoT atau Internet of Things — sampai tertinggal tidak diperhatikan. Ketahuilah, alat-alat IoT yang ada ini punya kapasitas dan kemampuan yang terbatas.
Selanjutnya…

Cover video Kuliah Online RPL. Foto: dok. pribadi

Cover video Kuliah Online RPL. Foto: dok. pribadi

Selama pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dunia banyak mengalami perubahan yang sangat cepat. Perubahan ini terjadi di hampir seluruh bidang kehidupan, baik ekonomi, sosial, budaya, hingga gaya hidup. Saking luar biasanya wabah pandemi ini, perang yang terjadi di Timur Tengah pun sampai terhenti. Hampir segala bidang kehidupan terpengaruh Covid-19.

Salah satu bidang yang saat ini terkena dampaknya adalah pada pendidikan pengajaran di sekolah atau di perguruan tinggi. Cara atau kebiasaan belajar mengajar yang harus tatap muka dan harus hadir di kelas untuk mempermudah mengontrol proses pendidikan dan evaluasi (synchronous), kini sedikit banyak berubah.

Selama kurang lebih tiga pekan menjalankan kuliah online, dari Selasa (17/3) sampai dengan Kamis (2/4), saya seperti “dipaksa” melakukan mengajar online. Dipaksa lantaran memang situasi dan kondisi mengharuskan demikian. Hal ini berlaku juga di hampir segala bidang kehidupan lainnya.

Selanjutnya…

Superman pun tahu bagaimana caranya bekerja menghadapi virus korona. Ilustrasi: https://www.heraldnet.com/opinion/editorial-cartoons-for-friday-march-20/

Superman pun tahu bagaimana caranya bekerja menghadapi virus korona. Ilustrasi: https://www.heraldnet.com/opinion/editorial-cartoons-for-friday-march-20/

Suatu hari saya hadir sebagai peserta salah satu Workshop yang diadakan resmi salah satu direktorat di bawah Kementerian. Saya datang tepat pukul 08.00 pagi persis sesuai dengan waktu undangan.

Duduk di sebelah kanan deretan tempat duduk, bersama dengan para undangan yang mungkin saja saya mengenalnya satu atau dua orang. Selebihnya, saya hampir tidak mengenal sama sekali. Saya juga belum melihat teman-teman saya yang sama-sama diundang.

Sambil menunggu acara dibuka, saya membuka ponsel dan membaca pesan-pesan yang masuk. Tak lama kemudian datang seorang ibu, salah satu pejabat menghampiri saya. “Pak Subur…” sapa ibu ini yang didampingi stafnya. Terjadilah obrolan hangat antara saya dan ibu ini. “Pak Subur Anugerah…” kata ibu ini kepada stafnya. Stafnya kemudian mencatat pada sebuah catatan.

Memasuki sesi pembukaan acara, tiba-tiba nama saya disebut pembawa acara untuk maju ke depan memimpin pembacaan doa. Makduarrr! Kaget sekali. Seakan tidak percaya dan saya merasa salah mendengarnya, saya konfirmasi dengan memberi isyarat kepada ibu ini yang saat itu sedang membuka acara duduk di meja bersama narasumber. Selanjutnya…

Panduan Kuliah Daring (Online) yang saya buat berdasarkan pengalaman selama satu pekan mengajar Online, baik di kampus maupun di rumah (Work-from-Home). Sumber: dok. pribadi

Panduan Kuliah Daring (Online) yang saya buat berdasarkan pengalaman selama satu pekan mengajar Online, baik di kampus maupun di rumah (Work-from-Home). Sumber: dok. pribadi

Sejak sepekan yang lalu, tepat tanggal 14 Maret 2020, intensitas persebaran Covid-19 di Indonesia diberitakan semakin meningkat. Ini ditandai berita tentang Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi tercatat sebagai pasien no 76 positif Covid-19. Masuknya Covid-19 di lingkaran pertama jajaran pemerintah seolah menjadi tanda bahwa pemerintah harus lebih serius lagi dan tidak memandang Covid-19 sebelah mata.

Esoknya, Presiden Joko Widodo melakukan press-release dan menghimbau agar masyarakat melaksanakan kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah, Minggu (15/3). “Para kepala daerah juga saya minta membuat kebijakan sesuai kondisi daerahnya menyangkut proses belajar dari rumah bagi pelajar/mahasiswa, kebijakan tentang sebagian ASN bekerja di rumah dengan tetap memberi pelayanan kepada masyarakat, dan menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang.” tulis laman Facebook Presiden Jokowi.

Hari berikutnya, Senin (16/3), barawal dari Kemendikbud, kemudian Ditjen Dikti, LLDIKTI XI, hingga sampai pada Universitas Mulia, yakni perguruan tinggi tempat saya bekerja, masing-masing menerbitkan edaran dan mendorong pembelajaran daring (dalam jaringan atau online).

Selanjutnya…

Media Online aljazeera.com menempatkan sedikit iklan Google Adsense dan hampir tanpa iklan khusus. Foto: tangkapan layar

Media Online aljazeera.com menempatkan sedikit iklan Google Adsense dan hampir tanpa iklan khusus. Foto: tangkapan layar

KETIKA menulis tentang QRIS dan persebaran virus Corona di dunia kemarin, dan pagi tadi membaca salah satu pimpinan redaktur media online yang berbicara di hadapan mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya, saya mulai berpikir bagaimana media-media online ini hidup dan membiayai kehidupannya.

Betapa tidak. Bagaimana para pimpinan media itu dengan percaya diri memamerkan kesuksesan media online-nya di hadapan mahasiswa, sementara jika dilihat media online yang dimilikinya tersebut biasa-biasa saja, tidak tampak ‘waow’ seperti media online besar yang sudah mapan? Bahkan, dengan pede-nya hanya berbekal WordPress yang di-customization, kemudian mereka mengaku sukses? Apa yang menjadi rahasianya?

Seperti blog ini yang juga menggunakan WordPress, pembaca akan melihat banyak iklan Google Adsense yang bertebaran di sana-sini yang kadang mengganggu. Tapi iklan, menurut beberapa sumber, menjadi salah satu pemasukan penting untuk biaya hidup blog ini. Sementara bagi sebagian pengelola media online, model bisnis subscription juga cukup menjanjikan pemasukan dan pendapatan mereka. Ini juga sangat menarik dan tentu masih ada banyak. Selanjutnya…