Ketua kelompok mahasiswa KKN M Raihan Hidayat menyerahkan kenang-kenangan berupa bingkai dokumentasi kegiatan kepada Lurah Sepinggan Raya Bapak Arifuddin, disaksikan Sekretaris Lurah Ibu Mediatri dan DPL Subur Anugerah, di Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Rabu (26/8/2026). Foto: dok. mahasiswa KKN
Lurah: “Waktunya habis, ilmunya tidak. Kalau kami butuh, kami panggil lagi.”
BALIKPAPAN – Pemerintah Kelurahan Sepinggan Raya secara resmi menggelar seremoni penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 7 Universitas Mulia tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Rabu (26/8/2026).
Penarikan ini menandai berakhirnya satu bulan masa pengabdian dua kelompok mahasiswa yang dinilai sukses meninggalkan jejak nyata: sistem administrasi RT berbasis digital dan peta potensi usaha mikro yang kini dipegang langsung oleh warga.
Dalam sambutannya, Lurah Sepinggan Raya Bapak Arifuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa tugas lapangan bukan berarti berakhirnya hubungan antara kelurahan dan kampus.
“Secara waktu memang sudah berakhir, tetapi untuk pengembangan ilmu insyaallah kita akan berlanjut di mana pun Adik-adik berada. Hasil karya dari teman-teman Universitas Mulia Angkatan 7 ini akan terus dikenang oleh warga dan masyarakat Kelurahan Sepinggan Raya. Jika ke depan kami masih membutuhkan bantuan terkait aplikasi yang kemarin, mungkin kami masih bisa memanggil ya,” ujar Pak Arifuddin.

Bukan Sekadar Formalitas, tapi Pembangunan Berkelanjutan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Mulia, Subur Anugerah, menyampaikan terima kasih atas dukungan pihak kelurahan dan warga. Ia menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung konsep KKN Tematik berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga setiap program kerja dirancang bukan untuk selesai dalam sebulan, melainkan untuk terus dimanfaatkan warga setelah mahasiswa pulang.
Konsep itu tampak pada dua program unggulan yang lahir dari dua kelompok berbeda. Kelompok Sepinggan Raya 2 mengembangkan RT Digital, aplikasi yang membantu pengurus RT menata administrasi kewargaan secara daring, dan telah disosialisasikan kepada para ketua RT di wilayah kelurahan.
Sementara Kelompok Sepinggan Raya 1 merampungkan Pemetaan Potensi UMKM di RT 014, yang hasilnya telah diserahterimakan kepada pengurus RT dan Pemerintah Kelurahan pada Minggu (23/8/2026), tiga hari sebelum penarikan.
Selain dua program tersebut, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi atau kampanye anti-bullying di SDN 002 Balikpapan Selatan, sosialisasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta pelatihan desain grafis menggunakan Canva sebagai bagian penguatan literasi digital bagi para siswa SMP.
Rangkaian program ini menyentuh sedikitnya empat tujuan SDGs sekaligus: pendidikan berkualitas, kesehatan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Subur menambahkan, kendati penarikan lapangan telah dilaksanakan, tim akademisi dan mahasiswa masih memiliki kewajiban akademik pasca-KKN hingga awal tahun 2027. Tanggungan tersebut mencakup penyusunan laporan akhir kelompok, buku KKN universitas, pembuatan video publikasi, pembuatan berita serta penyusunan artikel pengabdian untuk jurnal ilmiah terakreditasi nasional terindeks Sinta.
“Program yang sudah berjalan di lapangan ini akan kami dokumentasikan dan tulis secara ilmiah, supaya praktik baiknya bisa dipelajari dan direplikasi oleh kelurahan lain,” katanya.
Dianggap Anak Sendiri
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Lurah Sepinggan Raya, Ibu Mediatri. Ia memuji kedisiplinan dan komunikasi intensif yang dibangun para mahasiswa selama menjalankan program kerja.
“Anak-anak ini sudah saya anggap anak sendiri. Koordinasinya bagus sekali, sampai hal-hal kecil maupun *trouble* di lapangan selalu dikomunikasikan dengan terbuka,” ungkapnya.
Senada, tokoh masyarakat Sepinggan Raya, Ibu Sadariah, yang dipercaya mendampingi mahasiswa KKN di lapangan, menekankan pentingnya etika dan kerja sama tim sebagai bekal ke dunia profesional. Ia sekaligus memberi catatan konstruktif untuk KKN periode berikutnya.
“Saya salut dengan teman-teman semua. Pertahankan *attitude* dan pola kerjanya karena etika itu sangat penting di dunia kerja dan masyarakat. Ke depan, saran saya program kerja KKN dapat fokus pada sedikit poin namun dirancang secara lebih matang,” kata Ibu Sadariah.
Masukan tersebut sejalan dengan arah KKN Tematik yang menekankan kedalaman dampak ketimbang banyaknya kegiatan. Dengan fokus yang lebih terarah, program seperti RT Digital berpotensi dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan mengintegrasikan data UMKM yang telah dipetakan ke dalam satu sistem informasi kelurahan.
Kenang-kenangan dan Komitmen Lanjutan
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan itu ditutup dengan evaluasi bersama serta penyerahan kenang-kenangan berupa bingkai dokumentasi kegiatan KKN dari mahasiswa kepada Lurah Sepinggan Raya. Sesi foto bersama dengan simbol hati dari seluruh peserta menjadi penanda hangatnya hubungan yang terjalin selama sebulan.
Sinergi antara Universitas Mulia dan Kelurahan Sepinggan Raya diharapkan berlanjut pada periode KKN mendatang. Bagi kelurahan, kehadiran mahasiswa membuka akses pada inovasi digital yang sebelumnya sulit dijangkau. Bagi kampus, Sepinggan Raya menjadi laboratorium nyata tempat mahasiswa menguji ilmunya untuk kemajuan tata kelola wilayah dan kesejahteraan masyarakat. (*)