Foto bersama Sekretaris Lurah Sepinggan Raya Ibu Mediatri dan Pak Pitra bersama saya dan perwakilan mahasiswa, Rabu (22/7/2026). Foto: dok. pribadi
BALIKPAPAN – Guna menjembatani teori akademis dengan realita sosial di masyarakat, Universitas Mulia menerjunkan 525 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di wilayah kelurahan di Kota Balikpapan.
Langkah strategis ini disambut hangat oleh kelurahan di Kota Balikpapan, di antaranya oleh Sekretaris Lurah Sepinggan Raya, Ibu Mediatri, pada Rabu (22/7/2026). Ia mengatakan, kesempatan ini menjadi momentum penting untuk membekali mahasiswa sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan riil di lapangan.
Membumikan Riset Kampus Lewat Pembangunan Berkelanjutan
Salah seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang juga Dosen Informatika, Subur Anugerah, S.T., M.Eng. mengatakan, KKN periode ini mengusung pendekatan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, program pengabdian masyarakat ini menyelaraskan hasil penelitian mahasiswa seperti skripsi dan berbagai riset dosen yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan.
“Ada 10 program unggulan universitas berbasis SDGs yang disebarkan ke berbagai wilayah kecamatan di Balikpapan. Saya mendapat tugas membimbing 18 mahasiswa yang dibagi dalam dua kelompok, masing-masing memiliki draf program kerja,” terangnya.
“Saya tekankan, seluruh program kerja mereka setidaknya dirancang berbasis riset agar solusi dan gagasan yang ditawarkan benar-benar efektif serta aplikatif saat diterapkan di tengah masyarakat,” tambah Subur.
Subur menerangkan, beberapa program kerja mahasiswa antara lain melakukan pemetaan kawasan yang akan dihubungkan dengan website pelaporan RT (RT Digital), menggelar aksi cek kesehatan serta pengadaan fasilitas kebersihan yang diawali dengan koordinasi bersama para ketua RT setempat.
Meski demikian, menurutnya, program kerja yang dibawa para mahasiswa saat ini masih berupa usulan atau draf, yang ke depan akan berubah seiring dengan kebutuhan program kerja dari kelurahan.
“Oleh karena itu, kami nantinya memohon dukungan berupa surat pengantar dari kelurahan kepada ketua RT setempat agar mahasiswa kami dapat diterima dengan baik saat mengumpulkan data. Kami juga memohon arahan mengenai RT mana saja yang menjadi prioritas kunjungan,” ujarnya.



Belajar Pemecahan Masalah dari Realita Lapangan
Sekretaris Lurah Sepinggan Raya, Ibu Mediatri, menyambut hangat dan mengapresiasi kehadiran para mahasiswa KKN. Ia menekankan pentingnya pengalaman lapangan sebagai wadah melatih kepekaan sosial serta problem-solving yang tidak didapatkan di ruang kuliah.
Menurutnya, di lingkungan kelurahan, mahasiswa akan dihadapkan pada dinamika masyarakat yang beragam. Ia akan mengajak para mahasiswa memahami berbagai macam isu krusial seperti:
- Edukasi Penanganan Stunting: Memahami bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga pola asuh dan tingkat edukasi pengasuh anak.
- Literasi Hukum dan Administrasi: Pembelajaran kasus riil pertanahan dan tata kelola bantuan pangan masyarakat kurang mampu.
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Pengembangan potensi UMKM wilayah, seperti kerajinan ecoprint batik bahan alami bernilai jual tinggi.
“Dunia kerja dan masyarakat membutuhkan pola pikir yang visioner dan solutif. Melalui KKN ini, mahasiswa belajar bagaimana merancang inovasi, berkoordinasi, hingga melakukan pemantauan (tracking) proses secara tepat, bukan sekadar bekerja asal selesai,” tegasnya.
Sinergi Pengelolaan Lingkungan di 34 RT
Salah satu kolaborasi konkret yang langsung disinergikan adalah program pengelolaan kebersihan lingkungan. Pihak kelurahan mendorong mahasiswa KKN untuk mengambil peran strategis dalam mendampingi dan mengedukasi warga terkait budaya pemilahan sampah organik dan anorganik.
Meskipun saat ini terdapat 5 RT (RT 10 hingga RT 14) yang sedang mengikuti ajang perlombaan Clean, Green, and Healthy (CGH), dengan RT 12 yang telah mendapat dukungan fasilitas biopori dan komposting dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta CSR Pertamina, pihak kelurahan berharap edukasi kebersihan ini dapat menjangkau seluruh 34 RT di wilayahnya.
Sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, instansi dinas, dan program CSR perusahaan diharapkan menjadi kunci utama lahirnya kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui KKN berbasis SDGs ini, kegiatan pengabdian masyarakat tidak lagi sekadar formalitas pemenuhan SKS, melainkan pijakan nyata bagi lahirnya generasi muda yang responsif, solutif, dan berdampak positif bagi kemajuan daerah.
Penulis: Subur Anugerah