Menu


[Video] Jangan Suka Nyinyir, Bikin Nyeri!
dr Agus Ali Fauzi dalam suatu sesi. Sources: Screenshot

dr Agus Ali Fauzi dalam suatu sesi. Sources: Screenshot

Seorang teman pagi ini mengirimkan tautan video Youtube perihal rekaman dr Agus Ali Fauzi. Karena pagi hari menjelang berangkat kerja, saya pun tak sempat menontonya lebih lengkap. Saya pun penasaran dan mengingat-ingat siapa dr Agus ini.

Ya, bagi yang sudah pernah menonton videonya yang viral tahun 2018 lalu, biasanya langsung ingat siapa dia.

Di video yang sempat viral di berbagai grup Whatsapp itu dr Agus sedang mengisi acara yang digelar Bank BRI bersama pensiunan pegawainya. Setelah menonton kembali video itu siang ini, saya pun tak kuat menahan tawa hahaha…

Kini, video itu tampaknya kembali sengaja diviralkan oleh sebagian masyarakat. Entah apa maksudnya. Tapi yang jelas, kemarin itu juga saya menyaksikan video viral ibu-ibu dan bapak-bapak, yang tampak sudah berusia lanjut, tengah marah-marah. Mereka protes tidak terima dan merasa ditipu, entah oleh siapa, untuk sekadar memberikan ucapan selamat kepada orang yang selama ini tidak mereka dukung secara politik.

Setelah menonton kembali dokter Agus, saya jadi senyum-senyum sendiri. Lha iya, apa bapak-bapak dan ibu-ibu yang protes keras dan berteriak-teriak itu apa tidak takut ‘darah-tingginya’ kumat hehe…

Menurut dr Agus, meski usia lanjut dan pensiun, tetap harus berkarya. “Tapi yang tertinggi dihadapan Allah nanti adalah socio intelegent (kecerdasan sosial), yang suka menolong orang lain, yang dermawan,” tutur pak Agus.

“Jadi yang pertama bersyukur, jangan pernah mengeluh,” katanya dalam tiga menit pertama videonya.

“Begitu panjenengan ngomong ‘aduh mateng aku’, maka yang keluar hormon kortisol. Kortisol itu memicu diabet, darah tinggi, kolesterol, jantung, dan lain sebagainya,” katanya. “Jadi kalau ada orang sakit, mungkin dia sering mengeluh, mungkin dia egois,” tambahnya.

Baca juga:  Goreng Donat Sendiri, Tanpa Topping Gula-gula

Menurutnya, jika orang bersyukur, maka hormon kebahagiaan endhorphine yang akan keluar. “Endorphine itu menghilangkan nyeri,” katanya.

Ia mengatakan, jika ada orang yang badannya suka capek-capek, maka orang itu bisa jadi pendendam. “Orang itu musuhnya banyak, belum bisa memaafkan. Itu cirinya,” katanya lagi.

Menurutnya, ketika hormon kortisol keluar, maka tulangnya yang jadi korban. “Jadi keropos tulangnya. Jadi osteoporosis itu nyeri,” ujarnya.

Dokter Agus mengingatkan bahwa bagi orang-orang yang sudah lanjut usia, penting untuk instropeksi diri. “Ini yang paling berat ya, instropeksi diri,” katanya.

“Kalau makin tua itu harusnya semakin baik, makin bijaksana, makin ngalah, bukan makin ngeyel, ‘gak isok! gak isok!’, khreg!” ujarnya disambut tawa peserta pensiunan BRI.

Ia mengingatkan agar selalu bersyukur. “Bersyukur itu keluar hormon endorphin, menghilangkan nyeri, itu 300 derivat morphine. Jadi, kekuatannya itu 300 kali morphine,” katanya.

“Jadi kalau orang itu bisa ikhlas, bisa memaafkan, maka orang itu tidak ada nyeri,” terangnya lagi.

Lebih lengkap, silakan saja ditonton videonya sendiri. Dijamin ngakak hehe…

Referensi:
[1] Studi Sebut Positive Thinking Dapat Atasi Nyeri Radang Sendi
[2] Pikiran Positif Meredakan Rasa Sakit
[3] Kekuatan pikiran positif mampu redakan nyeri tubuh
[4] Lupakan Obat, Sakit Kepala Bisa Dikontrol dengan Pikiran! Begini Caranya
[5] Psikosomatik, Sakit Pikiran yang Bikin Sakit Fisik
[6] Cara kita berpikir bisa membantu redakan penyakit
[7] Sembuh dari Leukimia berkat Berpikir Positif


Baca juga:

Rabu, 19 September 2018 : 05:14 Wita
Boleh Saja Ambil Skripsi di Semester 7, Asal…
Boleh Saja Ambil Skripsi di Semester 7, Asal…
Kamis, 24 Januari 2019 : 21:05 Wita
Tutorial Membangun Website dengan WordPress
Tutorial Membangun Website dengan WordPress
Senin, 29 Oktober 2018 : 10:16 Wita
Check Website yang Mengalami Downtime
Check Website yang Mengalami Downtime
Jumat, 11 Agustus 2017 : 05:23 Wita
Zaman Now, Jadi Dosen itu Enak!
Zaman Now, Jadi Dosen itu Enak!

Satu tanggapan untuk “[Video] Jangan Suka Nyinyir, Bikin Nyeri!”

  1. […] posting video dokter Agus Ali Fauzi tempo hari, saya kembali menyimak pesan-pesan dasar beliau, dan mencoba tertarik dengan sebutan […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *