Oleh: Subur Anugerah
Afiliasi: subura.id
Email: subur.anugerah@gmail.com
Pernahkah Anda melihat peserta magang yang rajin datang, tapi nilainya biasa saja? Atau sebagai mentor, Anda bingung harus menulis apa di kolom “Laporan Bulanan” selain kata-kata normatif seperti “baik” atau “cukup”?
Masalah klasik dalam program pemagangan, termasuk Program Pemagangan Nasional 2025 dari pemerintah RI lewat Kemnaker, adalah ekspektasi yang tidak sinkron. Peserta magang merasa sudah bekerja keras, namun di mata mentor, kinerjanya belum memenuhi standar industri.
Kuncinya ada pada Transparansi Rubrik Penilaian. Dokumen penilaian bukan sekadar formalitas administrasi untuk mendapatkan sertifikat, melainkan peta jalan (roadmap) kesuksesan magang.
Berikut adalah alasan mengapa memahami 8 indikator penilaian magang itu krusial, baik bagi Mentor maupun Peserta.
Mengapa Rubrik Ini Penting Bagi Peserta Magang?
Bagi peserta, rubrik penilaian adalah “kisi-kisi ujian”. Jika Anda tahu apa yang dinilai, Anda tidak perlu menebak-nebak cara memuaskan atasan.
- Menghindari “Kerja Buta”: Tanpa mengetahui indikator penilaian, Anda seperti berjalan dalam gelap. Anda mungkin fokus pada kecepatan kerja (Produktivitas), padahal mentor Anda lebih mementingkan ketelitian dan etika (Sikap & Perilaku).
- Jaminan Sertifikat Berkualitas: Nilai di sertifikat magang akan menjadi portofolio Anda seumur hidup. Memahami poin seperti Inisiatif dan Kerjasama Tim memastikan Anda tidak hanya lulus, tapi lulus dengan predikat memuaskan.
- Tiket Menuju Karyawan Tetap: Perusahaan menggunakan masa magang untuk screening calon karyawan. Jika Anda konsisten mendapatkan nilai 4 atau 5 di semua indikator, peluang Anda direkrut (hired) akan melonjak drastis.
Mengapa Rubrik Ini Penting Bagi Mentor?
Bagi mentor, memiliki indikator penilaian yang jelas (skala 1-5) adalah alat bantu manajemen yang ampuh.
- Penilaian yang Objektif, Bukan “Perasaan”: Menghindari bias subjektif (suka/tidak suka). Anda menilai berdasarkan bukti perilaku, bukan kedekatan personal.
- Alat Umpan Balik (Feedback) yang Efektif: Saat menegur peserta magang, Anda memiliki dasar yang kuat. “Saya memberi nilai 2 di poin Komunikasi karena kamu jarang memberi update progres,” jauh lebih konstruktif daripada hanya memarahi.
- Memudahkan Pembuatan Laporan: Tidak perlu pusing mengarang kalimat setiap bulan. Cukup lihat 8 indikator (Kehadiran, Sikap, Komunikasi, dll), dan isi sesuai performa nyata.
Bedah Singkat: Apa Saja yang Dinilai?
Berdasarkan standar Pelatihan Vokasi, ada 8 pilar utama yang menjadi rapor peserta magang:
- Pilar Kedisiplinan: Kehadiran & Disiplin. Ini adalah harga mati. Pintar saja tidak cukup jika sering terlambat.
- Pilar Karakter (Soft Skills): Sikap & Perilaku, Adaptasi, Inisiatif & Tanggung Jawab. Di dunia kerja Indonesia, attitude seringkali mengalahkan skill.
- Pilar Kinerja (Hard Skills): Pengetahuan Teknis, Produktivitas, Komunikasi. Ini tentang seberapa kompeten Anda menyelesaikan tugas.
- Pilar Sosial: Kerjasama Tim. Tidak ada superman di kantor, yang ada adalah superteam.
Lengkapnya ada di bawah ini.
1. Kehadiran & Disiplin
Poin ini adalah fondasi paling dasar. Sebelum menilai skill, mentor melihat komitmen.
Apa yang dinilai: Tingkat kehadiran (absensi), ketepatan waktu datang ke kantor/lokasi magang, kepatuhan terhadap jam istirahat, dan kepatuhan terhadap aturan dasar perusahaan (SOP).
Ekspektasi Mentor:
- Datang 10-15 menit sebelum jam masuk.
- Konsistensi hadir sesuai jadwal kerja.
- Ketepatan waktu datang dan pulang.
- Tidak sering terlambat, mangkir, atau meminta izin tanpa alasan jelas (gunakan surat dokter kalau sakit).
- Kepatuhan terhadap aturan absensi, cuti, dan izin.
- Menggunakan seragam atau pakaian sesuai dress code.
- Mematuhi protokol K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) jika di pabrik/lapangan.
- Kemampuan mengatur waktu untuk menyelesaikan tugas harian.
2. Sikap & Perilaku (Attitude)
Di dunia kerja Indonesia, attitude seringkali lebih penting daripada skill.
Apa yang dinilai: Sopan santun, etika, integritas (kejujuran), dan cara membawa diri di lingkungan profesional.
Ekspektasi Mentor:
- Menerapkan 3S (Senyum, Salam, Sapa) kepada semua karyawan (bukan hanya atasan).
- Menghargai senior dan rekan kerja.
- Tidak bermain HP saat bekerja atau rapat.
- Menerima kritik dengan lapang dada tanpa terlihat tersinggung/defensif.
- Sopan santun, etika kerja, dan profesionalitas.
- Sikap positif terhadap pekerjaan.
- Kesediaan menerima masukan dan kritik.
- Kesadaran menjaga nama baik perusahaan.
- Tidak mudah tersinggung, tidak emosional, dan tidak membuat masalah.
3. Komunikasi
Komunikasi yang buruk adalah sumber utama kesalahpahaman dalam pekerjaan.
Apa yang dinilai: Kemampuan menyampaikan ide (lisan & tulisan), kemampuan mendengarkan instruksi, dan keberanian bertanya.
Ekspektasi Mentor:
- Jika tidak paham instruksi, langsung bertanya, jangan sok tahu lalu salah.
- Memberikan update progres kerja tanpa diminta (misal: “Pak, tugas A sudah selesai, sekarang saya lanjut tugas B”).
- Bahasa tubuh yang baik saat berbicara (kontak mata, posisi duduk tegak).
- Menyampaikan informasi secara jelas dan tidak berbelit.
- Mendengarkan instruksi dengan baik.
- Melaporkan pekerjaan secara rutin dan benar.
- Berkomunikasi sopan melalui chat, email, atau lisan.
- Menghubungkan data dan fakta dalam komunikasi profesional.
4. Inisiatif & Tanggung Jawab
Ini yang membedakan peserta magang “biasa saja” dengan peserta magang “bintang”.
Apa yang dinilai: Kemandirian dalam bekerja, keinginan untuk belajar lebih, dan kepemilikan (ownership) terhadap tugas.
Ekspektasi Mentor:
- Proaktif: Jika tugas selesai, jangan diam melamun. Tanyakan: “Apakah ada yang bisa saya bantu lagi?”
- Tidak menunggu “disuapi” terus menerus.
- Jika melakukan kesalahan, berani mengakui dan menawarkan solusi, bukan menyalahkan orang lain atau keadaan.
- Kemampuan mengambil langkah proaktif tanpa harus selalu disuruh.
- Menyelesaikan tugas sampai tuntas.
- Tidak lari dari kesalahan, tetapi menjelaskan dan memperbaiki.
- Menunjukkan rasa memiliki terhadap pekerjaan.
5. Adaptasi
Lingkungan kerja beda jauh dengan lingkungan kampus/sekolah.
Apa yang dinilai: Seberapa cepat peserta menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan, ritme kerja, dan rekan kerja baru.
Ekspektasi Mentor:
- Cepat membaur dan tidak mengelompok hanya dengan sesama anak magang.
- Memahami budaya tidak tertulis di kantor (misal: cara berpakaian, cara menyapa atasan, kebiasaan jam istirahat).
- Tidak kaget/mengeluh saat menghadapi tekanan kerja.
- Kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya kerja perusahaan.
- Kecepatan memahami tugas atau teknologi baru.
- Fleksibilitas bekerja dalam situasi tidak terduga.
- Kemampuan menyerap SOP, standar kualitas, dan alur kerja.
6. Pengetahuan Teknis (Hard Skills)
Ini berkaitan dengan kompetensi kejuruan yang Anda pelajari.
Apa yang dinilai: Pemahaman terhadap alat kerja, software, mesin, atau prosedur teknis yang relevan dengan posisi magang.
Ekspektasi Mentor:
- Menunjukkan peningkatan. Mentor maklum jika di awal masih kaku, tapi di bulan ke-2 dan ke-3 harus sudah lancar.
- Mampu mengoperasikan alat kerja sesuai standar.
- Mampu menghubungkan teori yang didapat saat pelatihan/sekolah dengan praktik di lapangan.
- Penguasaan terhadap keterampilan teknis sesuai bidang (IT, administrasi, desain, manufaktur, dll.)
- Progres pemahaman materi teknis minggu demi minggu.
- Kemampuan menggunakan tools/mesin/software yang diajarkan.
- Kualitas hasil kerja teknis.
7. Produktivitas & Ketepatan Waktu
Dunia kerja adalah tentang hasil (output).
Apa yang dinilai: Volume pekerjaan yang diselesaikan, kualitas hasil kerja, dan kepatuhan terhadap deadline.
Ekspektasi Mentor:
- Menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu yang diberikan.
- Bekerja efisien (tidak menunda-nunda pekerjaan).
- Hasil kerja teliti (minim revisi).
- Jumlah tugas yang diselesaikan dibanding target.
- Kualitas hasil kerja.
- Konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
- Efektivitas bekerja (tidak menunda-nunda).
8. Kerjasama Tim (Teamwork)
Jarang ada pekerjaan yang bisa diselesaikan sendirian 100%.
Apa yang dinilai: Kemampuan berkolaborasi, tidak egois, dan kontribusi dalam kelompok.
Ekspektasi Mentor:
- Mau membantu rekan tim yang kesulitan.
- Tidak “mencari muka” sendiri (menjatuhkan teman demi terlihat baik).
- Bisa menempatkan diri kapan harus memimpin dan kapan harus menjadi pendengar/pengikut yang baik.
- Kemampuan berkolaborasi dengan rekan magang atau pegawai tetap.
- Tidak egois dalam bekerja.
- Mampu menerima peran dalam tim.
- Bersedia membantu rekan kerja yang kesulitan.
- Tidak menciptakan konflik.
Tips Tambahan untuk Peserta:
Ingatkan peserta bahwa Laporan Bulanan ini biasanya menjadi dasar mentor untuk menerbitkan Sertifikat Pemagangan. Jika nilainya buruk, sertifikat mungkin tidak keluar atau nilainya tidak memuaskan, yang akan merugikan portofolio mereka saat melamar kerja nanti.
Penjelasan Tambahan: Peran Umum Mentor dalam Pemagangan
Biasanya mentor juga bertugas:
- Memberikan orientasi dan pengenalan pekerjaan.
- Menjelaskan SOP dan alur kerja.
- Memberikan pelatihan teknis.
- Memantau perkembangan skill peserta tiap minggu.
- Menilai hasil kerja dan portofolio peserta.
- Memberikan feedback yang membangun.
- Menjadi penghubung antara peserta dan pihak HR/perusahaan.
- Mengisi dan mengirim laporan bulanan ke kementerian.
Kesimpulan
Magang adalah jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Rubrik penilaian adalah fondasi jembatan tersebut.
Untuk Peserta: Jangan menunggu akhir bulan untuk melihat nilai Anda. Tanyakan rubrik ini di hari pertama, tempel di meja kerja Anda, dan jadikan panduan harian.
Untuk Mentor: Gunakan rubrik ini sebagai alat komunikasi, bukan sekadar alat penghakiman. Luangkan waktu 10 menit setiap bulan untuk membahas poin-poin ini bersama peserta didik Anda.
Dengan transparansi penilaian, program magang tidak hanya akan berjalan lancar, tetapi juga mencetak SDM unggul yang siap bersaing di dunia kerja profesional.
Artikel ini disusun untuk mendukung Program Pemagangan Nasional dalam menciptakan ekosistem pelatihan vokasi yang transparan dan berkualitas.