Menu


Diterima di Teknik Nuklir UGM, Om!
Teknik Nuklir UGM. Foto: Istimewa

Teknik Nuklir UGM. Foto: Istimewa

Hari Selasa (9/7) malam kemarin tiba-tiba ada kabar di grup Whatsapp keluarga. Ponakan bilang, dia diterima di Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada lewat SBMPTN. Malam itu juga ketika saya sedang berada di kelas, langsung saja saya menyambar, “Alhamdulillah… ya Allah, jadi anak UGM… Barakallah!”

Uminya malah bilang, “kok teknik nuklir… wih ngeri umi dengarx.”

Kabar ini  tentu saja surprise buat saya. Di media sosial bahkan sudah banyak kabar serupa. Hari itu time-line akun media sosial cukup ramai. Banyak orang tua, saudara, atau keluarga mereka yang ‘pamer’ keberhasilan. Mereka berbagi tangkapan layar telepon selularnya yang menunjukkan telah diterima di perguruan tinggi negeri pilihan.

Sekilas tentang Teknik Nuklir. Source: gocampus.id

Sekilas tentang Teknik Nuklir. Source: gocampus.id

Tapi tidak dengan ponakan saya ini. Dia memang low-profile. Tak ada jejak jejaring sosial yang ia miliki. Apalagi follow saya. Meski kedua orang tuanya punya akun media sosial, tapi mereka berdua juga tampak biasa saja. Tidak ada hal yang tampak menonjol. Tak ada unjuk gigi yang sama dengan orang tua yang lain. Tidak ada aksi berbagi kebahagiaan, bahwa anak sulungnya berhasil tembus UGM. Biasa saja. UGM pun dianggap biasa saja.

“Percaya sama Allah saja,” katanya.

Ia sendiri mengaku tidak menyangka dinyatakan diterima UGM. Bahkan tak tampak persiapan khusus bak murid sekolah yang kutu buku! Saya malah kalau ke rumahnya sering melihat dia tidur! Wah! Saya pikir, betul juga jika dia berkata tidak menyangka diterima UGM. Mungkin ada benarnya!

Terakhir dia sempat ikut pondok tahfidz di Samarinda tahun lalu. Ia ikut hafalan 30 juz, meski, kalau tidak salah, ia tidak selesai penuh. Saya bahkan hampir saja menyangka dia tidak melanjutkan sekolahnya.

Baca juga:  Berbagi Pengalaman Belanja di Toko Online Ketika Harbolnas

Saya cukup mengenal ponakan yang satu ini. Sejak kecil ia hidup bareng satu rumah bersama saya. Dia adalah anak laki-laki yang cukup kalem. Suka dan ahli main game! Tangannya yang kecil itu cukup lihai! Ketika masuk remaja seperti sekarang ini, saya malah sering dengar dia di-bully kawannya. Dia tidak membalas.

Betul. Gayanya yang kalem, suaranya yang pelan, sangat berbeda dengan ayahnya yang bersuara menggelegar! Sepertinya, tidak ada seorang pun yang berani mencari gara-gara melawan ayahnya. Bayangkan saja, jika ayahnya ini tiba-tiba tertawa, BUAHAHAHA… Bak petir di siang bolong! Gile!

Sebelumnya, ayahnya bercerita jika dia jauh hari sudah dinyatakan diterima di salah satu perguruan tinggi swasta di Bogor. Di sana, kata ayahnya, semuanya dijamin biayanya oleh perguruan tinggi tersebut. Salah satu ujian masuknya, katanya lagi, menggunakan tes hafalan Alquran.

Tapi, setelah dinyatakan diterima UGM, tampaknya ia mulai ragu untuk ke Bogor. Padahal, jika ia pilih di Bogor, ia akan dapat beasiswa penuh. Saya kurang tahu pasti apakah betul-betul semuanya gratis sampai lulus ataukah masih ada uang pembayaran SPP sekian persen.

Sekarang, ia mulai yakin dan berani memutuskan diri memilih UGM.

Sebagai alumni, saya memberi pesan padanya agar ia betul-betul memiliki cita-cita yang setinggi-tingginya. Mendapat kesempatan bisa masuk Teknik Nuklir UGM adalah peluang yang sangat berharga.

“Yang penting, kalau sekolah betul-betul punya cita-cita yang tinggi… gantunglah cita-cita setinggi langit… ini peluang karena kakak adalah laki-laki, jadi geraknya lebih bebas… ambil Teknik Nuklir, itu laki banget… macho lah… hehe…”

“Soal niat percaya sama Allah, itu sudah betul. Betul sekali. Jangan niat selain karena Allah. Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyannahum subulana, man jadda wajada,” begitu pesan saya.

Baca juga:  Esensi Angpau Lebaran, di Cina, Arab Saudi, dan Indonesia

Selamat Nak, semoga dapat menjadi contoh adik-adikmu. Semoga Allah paring aman selamat lancar sukses dan barokah! Aamiin.


Baca juga:

Selasa, 1 Januari 2019 : 13:44 Wita
Mengubah Mindset di Zaman Kiwari
Mengubah Mindset di Zaman Kiwari
Jumat, 2 November 2018 : 14:23 Wita
Verspreid Geen Kletspraat of Geruchten
Verspreid Geen Kletspraat of Geruchten
Sabtu, 24 Februari 2018 : 23:10 Wita
Promosi Kampus, Menjawab Tantangan Masa Depan
Promosi Kampus, Menjawab Tantangan Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *