Tangkapan layar materi pembelajaran di YouTube. dok. pribadi
MENULIS rupanya menjadi pekerjaan sampingan saya akhir-akhir ini lantaran mampu menghasilkan. Meski hasilnya belum cukup untuk membeli Rubicon, halah, tetapi setidaknya mampu mengurangi beban sangunya anak-anak sekolah.
Hanya saja, sekarang ini kebutuhan pelanggan inginnya serba cepat dan instan. Baik pelanggan perorangan atau organisasi, apalagi ingin cari yang murah dan mampu dibayarnya. Fast and cheap!
Saya sendiri melayani semua itu, dengan syarat selama saya bisa mengerjakan dengan tanpa melanggar hukum, tanpa tekanan. Artinya, para pelanggan harus dengan sukarela dan senang hati menerima layanan saya.
Jika tidak mau dengan cara saya dan menginginkan orang yang lebih dari saya, itu bukan masalah besar. Saya persilakan untuk mencari yang lebih profesional dan lebih memuaskan dibanding saya.
Nah, untuk memberikan layanan super cepat dan murah ini, saya berusaha tidak menipu pelanggan dengan tulisan konten asal-asalan, apalagi penuh dengan copy-paste. Tidak! Anda bisa cek sendiri tulisan saya di berbagai sumber, termasuk tulisan ini.
Kemarin, ada yang bertanya kepada saya dari mana saya bisa menulis?
“Belajar, kemudian ikut pelatihan. Saya punya sertifikat pelatihan,” jawab saya.
Dimana sumber belajarnya?
Banyak, ada yang dari buku, pelatihan, grup komunitas, atau berbagai sumber relevan lainnya di media sosial.
Agar tidak lupa begitu saja, berbagai sumber tadi saya tempel di media sosial. Kadang saya bagikan atau hanya untuk saya saja agar tidak mengganggu teman-teman follower. Salah satunya saya catat di blog ini.
Dengan begitu, apabila suatu saat saya membutuhkan kembali materi tersebut dapat saya temukan kembali dengan cepat dan mudah.
Seperti contoh materi yang pernah saya ikuti di bawah ini. Penting banget buat saya. Saya posting di sini barangkali pembaca juga ingin tahu bagaimana materi pembelajaran ini bisa memperkaya khazanah keilmuan di bidang konten jurnalistik dan media sosial.
Semoga bermanfaat.