Menu


Wahai Emak-emak, Gunakan Kekuatanmu untuk Membela yang Benar!
Lirikan seorang emak pada rokokmu. Foto: rnmmotorcycle.blogspot.co.id

Lirikan seorang emak pada rokokmu. Foto: rnmmotorcycle.blogspot.co.id

Senin siang ini saya di kantor Samsat. Rencana akan mengambil plat nomor ‘si kebo merah’ yang sudah lewat satu setengah tahun. Tapi petugas mengatakan plat nomor belum ditemukan. Ketika dalam antrian pun saya melihat ada beberapa pengantri yang juga belum mendapat plat nomor. Saya kemudian diminta copy tanda lunas TNKB dan STNK.

Hari ini, mungkin ribuan orang datang ke kantor Samsat. Saat memarkir motor pun, tampak kira-kira ratusan motor berjajar, termasuk banyak terlihat anak-anak balita dan ibunya. Saat masuk ke dalam, ternyata disini tersedia ruang khusus ibu dan anak. Ini berarti sudah diantisipasi dan menjadi bagian pelayanan kantor Samsat.

Banyaknya ibu dan anak, bisa saja mereka sedang bersama suami mengurus surat kendaraan, atau mengurus sendiri menggantikan suami yang sedang bekerja. Tempo hari, istri sy juga mengurus sendiri STNK kendaraannya. So, keberadaan ibu-ibu dalam hal urus-mengurus surat kendaraan, sudah menjadi hal yang biasa, wajar dan lumrah.

Namun, persis di tengah kerumunan antrian memasukkan berkas kendaraan, sy melihat ada seorang pemuda yang tampak mengepulkan asap rokoknya, yang luar biasa banyak. Ya, rokok elektrik atau vape. Orang bilang ngevaping. Orang-orang yang ada di sekitarnya jelas sekali terlihat sangat terganggu.

Pemuda itu tampak cuek sekali, seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada masalah dengan asapnya. Meski ditiupkan ke arah bawah, namun asapnya cepat menyebar, mengepul ke atas dan sekelilingnya.

Nah, di dalam antara antrian ada seorang ibu yang menggendong anaknya dan tampak panik sekali. Ketika asap itu mengepul, ia langsung mengibas-ngibaskan tangannya mengusir asap sambil mendekap anaknya, menyingkir, lalu kembali lagi berbaris mengantri sambil mengomel pelan di belakangnya. Sepertinya ibu itu tersiksa, tapi tampak tak punya keberanian untuk menegurnya.

Baca juga:  Serba Serbi Chatting WhatsApp, "Ini Hoaks Yaa..."

Sebenarnya, pemuda itu sudah diingatkan oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk seorang bapak yang sedikit mengangkat suaranya mengingatkan dia, tapi dia tak peduli. Dia seperti tidak mendengar sama sekali, dan malah mengepulkan asap vapenya. Fush… dan terdengar sayup-sayup orang melaknatinya.

Saat seperti itu, sy yang mengantri di barisan sebelah berusaha menahan diri untuk tidak bereaksi. Berharap orang-orang yang ada di dekatnya menegurnya lebih keras lebih dahulu. Posisi sy yang agak jauh di antrian copy berkas hanya bisa mengamati kejadian ini, dan menyelesaikan copy tanda lunas TNKB.

Menurut sy, dalam situasi tersebut ibu-ibu tak perlu risau dan takut menegur pemuda itu. Cukup angkat sedikit suaranya sambil melotot, “Hai! Bulbalbul! Gak tahu anak kecil ya!” Tapi, tipe orang memang berbeda-beda, ada yang bisa keras, ada yang tak bisa. Macam-macam.

Tapi ingat. “The Power of Emak-emak”. Begitu istilah keren di media sosial. Istilah yang menggambarkan tak ada yang berani dengan ibu-ibu, meskipun ‘sein kiri belok kanan’. Saya yakin, orang-orang yang ada di sekitarnya otomatis akan tergerak membantu si ibu jika si pemuda itu balik memarahinya.

Omong-omong, dibalik lemah lembutnya, seorang emak-emak yang marah itu lebih sangat galak banget daripada seorang laki-laki. Betul kan? 😀

Semoga manfaat barokah. Aamiin.


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *