Menu


Menangkap Pelaku Plagiat dengan Aplikasi Koreksi Ujian
Sample Plagiat HTML/CSS yang ditemukan dalam program pembaca. Foto: Screenshot

Sample Plagiat HTML/CSS yang ditemukan dalam program pembaca. Foto: Screenshot

Ketika saya diberi tugas mengajar beberapa kelas paralel dengan jumlah siswa yang cukup banyak, saya mulai mencari ide bagaimana mengoreksi hasil belajar mereka. Salah satu yang membuat saya speechless adalah banyaknya siswa yang melakukan plagiarisme.

Bagi saya, dengan adanya plagiarisme pada hasil ujian, seseorang yang memeriksa hasil pekerjaan dengan isi/konten yang sama justru akan menjadi mudah karena tidak diperlukan effort lebih untuk membaca dengan seksama dan mendetil. Cukup mengidentifikasi bagian-bagian yang sama, lalu coret-coret, diberi nilai, selesai sudah.

Tapi…

jika yang dikoreksi itu jumlahnya cukup banyak, dan yang dibaca itu hasil plagiarisme, rasanya eman-eman waktunya dan malah bikin pegel linux. Nah, munculah ide bagaimana jika yang membaca hasil atau jawaban ujian itu adalah sebuah program. So, jadi makin ringan kaan kerjaannya. Betul gak?

Akhirnya, inilah hasil membuat program itu. Dengan program sederhana ini, saya dapat menemukan dan membuktikan bagaimana baris-baris kode yang jiplakannya sama persis meski diubah identifier-nya saja. Tidak ada yang istimewa untuk para pelaku plagiat.

Mengapa?

Menurut LIPI, plagiat sebagai bentuk pencurian hasil pemikiran, data atau temuan-temuan, termasuk yang belum dipublikasikan, perlu ditangkal secara lugas. Plagiarisme secara singkat didefinisikan sebagai “mengambil alih gagasan atau kata-kata tertulis dari seseorang, tanpa pengakuan pengambilalihan dan dengan niat menjadikannya sebagai bagian dari karya keilmuan yang mengambil”.

Dengan demikian, alih-alih berharap mendapat nilai akhir A atau B, malah bisa jadi mendapat nilai C, D atau E dan seluruh tugas-tugas yang telah dilalui selama satu semester diabaikan penilaiannya.

Semoga ini semua menjadi pelajaran berharga, bermanfaat, dan barokah. Aamiin.

Baca juga:  Menulis, Menurut Kyai dan Budayawan

Baca juga:

Senin, 26 November 2018 : 11:28 Wita
Kadang Menjadi Facilitator, Kadang Menjadi Enabler
Kadang Menjadi Facilitator, Kadang Menjadi Enabler
Minggu, 14 Mei 2017 : 00:13 Wita
Tenang, Soal Rezeki Sudah Ada yang Mengatur
Tenang, Soal Rezeki Sudah Ada yang Mengatur
Kamis, 24 Januari 2019 : 21:05 Wita
Tutorial Membangun Website dengan WordPress
Tutorial Membangun Website dengan WordPress
Sabtu, 12 Januari 2019 : 11:09 Wita
Dadakan, Membuat Aplikasi Ujian Pemrograman
Dadakan, Membuat Aplikasi Ujian Pemrograman
Kamis, 27 Juli 2017 : 00:33 Wita
Tantangan Menulis Kisah Hidup
Tantangan Menulis Kisah Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *