suburaID | Laman 2 dari 28 | Catatan Aktivitas, Inspirasi, dan Kesemangatan
Menu

Doa Perlindungan dari Wabah dan Ketidakpastian

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dengan rahmat-Mu dari paceklik, dari wabah penyakit yang membahayakan, dari riba, dari perzinahan, dari gonjang-ganjing atau ketidakpastian, dari cobaan, dari buruknya fitnah, baik fitnah yang tampak maupun fitnah yang samar, wahai zat yang maha memiliki belas kasih sayang dan kemuliaan. Aamiin.

picture of space

Blogging Spaces

Mahasiswa mengoreksi soal ujian segitiga sama kaki. Foto: WhatsApp

Mahasiswa mengoreksi soal ujian segitiga sama kaki. Foto: WhatsApp

AWAL tahun 2021 mendatang selama dua pekan merupakan masa Ujian Akhir Semester Ganjil 2020/2021. Khusus untuk semua mata kuliah yang asuh, pelaksanaan ujian berlangsung daring atau Online. Ujian sepenuhnya menggunakan aplikasi berbasis web.

Aplikasi web ini sederhana sekali, saya bangun berdasarkan riset kecil setelah melakukan REFLEKSI beberapa kali mengasuh mata kuliah pemrograman. Walau sederhana, tapi sesuai dengan apa yang saya butuhkan, yakni membantu saya mengoreksi hasil ujian mereka.

Mengingat soal yang harus dijawab dengan membuat algoritme dan pemrograman, maka selain diberikan soal matematika, misalnya, saya sertakan simulasi program untuk mempermudah mahasiswa memahami soal dan memberikan jawaban. Untuk itu, mereka harus mencoba lebih dulu dengan mengikuti pra UAS.

Soal diberikan dalam bentuk matematika sederhana. Salah satunya: Menghitung luas dan keliling bangun segitiga sama kaki. Jika sudah diketahui tinggi dan alasnya, maka kita bisa menghitung sisi miringnya lebih dulu dengan Teorema Phytagoras.
Selanjutnya…

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (29/12). Foto: Muchlis Jr - BPMI Setpres

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (29/12). Foto: Muchlis Jr – BPMI Setpres

TERUS terang baru kali ini saya menyimak paparan Menteri Kesehatan Pak Budi Gunadi Sadikin selama 25 menit penuh dari awal sampai akhir. Paparan ini disampaikan kemarin di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Ini karena di time-line media sosial Facebook kemarin beberapa kali lewat status pujian netizen kepada Pak Budi. Mereka memuji bagaimana Menkes memberikan keterangan pers dengan jelas, terstruktur, dan sistematis. Menkes juga terlihat berbicara cukup hati-hati dan terukur, meski tanpa terlihat senyum di bibirnya yang tertutup masker.

Saat di atas podium, Menkes terus berbicara sampai akhir tanpa melepas masker hitam yang menutupi mulutnya. Ini seolah memberikan pesan bahwa Pak Menkes memandang sangat serius terhadap upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang semakin hari semakin memprihatinkan penyebarannya.

Dengan tetap memakai masker, publik diharapkan akan menjadikannya sebagai contoh agar diikuti semua pihak tanpa terkecuali. Selanjutnya…

Belajar beres-beres dengan Metode KonMari. Foto: konmari.com

Belajar beres-beres dengan Metode KonMari. Foto: konmari.com

METODE KonMari ini diciptakan oleh Marie Kondo, wanita Jepang, seorang ahli dan konsultan profesional kerapian barang-barang rumah tangga. Dia menawarkan metode tersebut kepada semua orang di dunia untuk mengubah hidup. Dari pola hidup berantakan dan acak-adut menjadi tertata rapi, bersih, sehat, dan menggembirakan untuk selamanya.

Hmm… lebay ya?

Tidak juga. Ini setelah saya membaca salah satu bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku yang diterbitkan pertama kali sejak tahun 2011 ini telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa di dunia. Di Indonesia, cetakan pertama terbit Agustus 2016. Artinya, jika saya baru membelinya saat ini, saya telat informasi 4 tahun lebih. 😀

Tapi it’s okay. Justru saat inilah, mumpung libur akhir tahun dan Work from Home dalam rangka pagebluk Covid-19, saya lebih banyak mengisi hari-hari di rumah saja. Ada banyak waktu luang yang saya gunakan untuk beres-beres, baik membereskan rumah, mengisi perabotan, membuat perpustakaan kecil, membuat program aplikasi untuk persiapan Ujian Akhir Semester, sampai iseng membaca buku Marie Kondo ini.

Menarik. Saya ingin mencatat rangkuman metode KonMari di blog ini, tapi khawatir terbentur dengan Hak Cipta. Saya ingin mengubah urutan metode menjadi ala orang teknik. Hmm…
Selanjutnya…

Tangkapan layar SMS dari provider. Foto: dok. pribadi

Tangkapan layar SMS dari provider. Foto: dok. pribadi

TEPAT satu bulan yang lalu atau tanggal 29 November 2020 saya kembali mendapat bantuan Subsidi Kuota Belajar 50GB sebanyak 2x, yakni tahap 3 dan 4. Total menjadi 100GB untuk 2.5 bulan. Menurut pesan singkat yang saya terima, kuota ini berlaku hingga 11 Februari 2021 yang akan datang.

Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud, terutama Pemerintah RI yang telah memberikan bantuan kuota belajar untuk para dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Seperti yang sudah pernah saya catat di sini dan di sini, kuota ini sangat berarti bagi saya.

Memang, subsidi ini tidak diterima secara merata oleh teman-teman sesama profesi. Ada yang mengatakan bahwa meskipun data dirinya sudah tercatat di dalam database Dikti, namun hingga subsidi terakhir ini belum menerima sama sekali.

Begitu juga dengan beberapa mahasiswa yang saya tanya, mereka mengaku belum menerima bantuan subsidi kuota. Dua anak saya yang masih SMA dan SMP pun juga belum menerima bantuan yang sama. Tapi syukurlah, mereka berdua mendapatkan bantuan dari Indihome yang dibayar ayahnya. Seperti subdsidi silang begitu.
Selanjutnya…

The Life-Changing Magic of Tidying Up. Marie Kondo. Foto: dok. pribadi

The Life-Changing Magic of Tidying Up. Marie Kondo. Foto: dok. pribadi

MEMBACA buku karangan seperti ini bagi saya selalu menemukan bagian yang kadang saya sepakat, tapi juga ada bagian yang saya tidak sepakat. Mengapa? Ini karena penulis adalah manusia biasa, hanya saja memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda, mungkin di atas rata-rata.

Ciri manusia biasa itu tidak lepas dari kesalahan. Dia bukan seorang nabi yang dimuliakan dan tidak maksum, maksudnya, tidak lepas dari kesalahan. Sebagai pembaca, sah-sah saja jika ada yang tidak sepenuhnya sepakat. Lha wong buku ini bukan kitab suci kok.

Saya pernah melakukan kritik buku tentang pengasuhan anak yang ditulis penulis asing. Buku ini terjemahan Bahasa Indonesia. Salah satu penggemarnya meluruskan maksudnya dan memberikan sanggahan ke saya. Menurutnya, buku itu terjemahan sehingga ada perbedaan pemahaman. Saya disuruh menghubungi penulisnya.

Di perguruan tinggi, soal kritik mengkritik karya ilmiah adalah hal yang biasa. Lumrah. Malah disana dikembangkan sikap kritis, kreatif, bebas menciptakan karya dan inovasi. Tentu saja bukan karya sembarang karya. Dia harus memenuhi kaidah ilmiah, state-of-the-art, dilarang plagiat dan bohong, dan sebagainya. Ini penting sekali.
Selanjutnya…

Pekerjaan masa depan. Sumber: World Economic Forum

Despite the accelerated disruption to jobs, the report also predicts that 97 million new jobs of tomorrow will emerge by 2025,” tulis World Economic Forum.

Nah, di antara pekerjaan baru itu, World Economic Forum menyebut peran yang paling banyak diminta pasar kerja di masa depan itu adalah Analis dan Ilmuwan Data atau Analys and Data Scienties, Spesialis Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin atau Machine Learning, Insinyur Robotika, Perangkat Lunak atau Software Engineer, dan Pengembang Aplikasi atau Software Developer serta Spesialis Transformasi Digital, Analis Keamanan Informasi, dan Spesialis Internet of Things.

Apakah perlu menguasai semua peran tersebut sekarang ini untuk masa depan?

Ingat, pekerjaan tersebut dibutuhkan oleh para spesialis. Sedangkan yang disebut itu spesialis itu berarti memiliki keahlian khusus pada bidang pekerjaan tertentu. Mirip dokter spesialis yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Selanjutnya…