Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Richard Carlson, Dont Sweat the Small Stuff. Foto: dok. pribadi

Richard Carlson, Dont Sweat the Small Stuff. Foto: dok. pribadi

Pagi ini saya membuka kado dari si bungsu. Isinya adalah buku yang saya beli di Gramedia hari Minggu (7/7) kemarin. Ketika sampai di rumah usai membeli buku itu tidak segera saya buka. Saya malah sibuk dengan membuka Whatsapp membaca beberapa pesan yang masuk. Maklum, telepon genggam saya itu tidak saya bawa jalan.

Membuka kado seperti ini bagi saya adalah sesuatu yang langka. Maksudnya, sangat jarang terjadi. Kesan saya, secara pribadi tentu saja hati saya merasa sangat senang dan bahagia menerima hadiah. Apalagi hadiah itu jika diberikan sendiri oleh anak, istri, saudara, ataupun orang tua.
Selanjutnya…

Gagal sekali jadi merasa gagal total. Source: kaskus.id

Gagal sekali jadi merasa gagal total. Source: kaskus.id

Sejak posting video dokter Agus Ali Fauzi tempo hari, saya coba kembali menyimak pesan-pesannya, dan mencoba tertarik dengan sebutan istilah berpikir negatif. Ini terkait pengalaman saya yang beberapa kali ‘dituduh’ ini dan itu, melakukan hal yang sama sekali tidak saya lakukan. Mengapa orang tersebut bersikeras dengan tuduhan itu, meskipun saya jawab tidak?

Inilah yang kemudian membuat saya berpikir mengapa orang tersebut ‘ngeyel’?

    • Mengapa orang terbiasa berpikir negatif?
    • Mengapa orang terus menerus menuduh orang lain hanya berdasarkan prasangkanya yang buruk?
    • Mengapa orang itu memiliki standar ganda? Ketika ia melakukan kesalahan, maka ia anggap itu adalah hal yang biasa dan tidak mengapa ia lakukan. Namun, ketika orang lain melakukan hal yang sama, ia sebut kesalahan itu tak dapat dimaafkan.

    Selanjutnya…

dr Agus Ali Fauzi dalam suatu sesi. Sources: Screenshot

dr Agus Ali Fauzi dalam suatu sesi. Sources: Screenshot

Seorang teman pagi ini mengirimkan tautan video Youtube perihal rekaman dr Agus Ali Fauzi. Karena pagi hari menjelang berangkat kerja, saya pun tak sempat menontonya lebih lengkap. Saya pun penasaran dan mengingat-ingat siapa dr Agus ini.

Ya, bagi yang sudah pernah menonton videonya yang viral tahun 2018 lalu, biasanya langsung ingat siapa dia.

Di video yang sempat viral di berbagai grup Whatsapp itu dr Agus sedang mengisi acara yang digelar Bank BRI bersama pensiunan pegawainya. Setelah menonton kembali video itu siang ini, saya pun tak kuat menahan tawa hahaha…
Selanjutnya…

Stasiun Karangasem Banyuwangi menjelang Subuh, Rabu (12/6). Foto: dok. pribadi

Stasiun Karangasem Banyuwangi menjelang Subuh, Rabu (12/6). Foto: dok. pribadi

Ini adalah perjalanan saya untuk yang kedua kalinya ke Banyuwangi.

Jika sebelumnya dari Malang ke Banyuwangi Baru menuju Bali, maka kali ini dari Stasiun Gubeng Surabaya ke Karangasem karena dekat tengah kota Banyuwangi dan Gunung Ijen.

So, ini adalah pengalaman baru untuk pertama kalinya buat saya hehe…

Saya merasa sangat berkesan dengan Stasiun Gubeng Baru dan Karangasem. Cakep deh… bersih dan klasik…
Seperti apa? tonton saja sampai habis…

Selanjutnya…

Turing tandem Keliling sebagian Jawa Timur, saat mengambil foto di Mojoagung (9/6). Foto: dok. pribadi

Turing tandem Keliling sebagian Jawa Timur, saat mengambil foto di Mojoagung (9/6). Foto: dok. pribadi

Mudik tahun 2019 ini selain silaturahim kepada Ibunda, Saudara, dan kerabat di Surabaya, saya juga mengunjungi Paklek dan Bulek yang tinggal di Japanan, Pare, Kediri, dan Srengat Blitar, meski tidak semuanya berhasil bertemu.

Lantaran waktu yang terbatas, dalam perjalanan menuju rumah Paklek/Bulek, saya memilih menggunakan sepeda motor bersama Iwan (Gresik), seorang sahabat yang dulu satu kamar kos tahun 1996 di Malang.

Untuk keperluan tersebut, saya mendapat pinjaman sebuah motor Honda CB150R milik kakak. Bahkan, seorang teman, Dian Isnomo, jauh hari sebelumnya telah menawarkan motornya khusus untuk keperluan touring jarak jauh. Ok deh, insyaallah lain waktu… 😉

Selanjutnya…

Di Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur, Jumat (14/6/2019). Foto: dok. pribadi

Di Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur, Jumat (14/6/2019). Foto: dok. pribadi

“Kapan pulang?”
Itulah kabar dari ibu ketika mengontak saya sekira seminggu sebelum Lebaran.

Setelah itu, saya segera menyusun rencana kembali apa yang harus saya lakukan di sana. Termasuk menghubungi kembali teman-teman ataupun saudara yang bisa diajak tandem.

Syukurlah, meski tidak ada rencana mudik jauh hari sebelumnya, tapi tepat sebelum masuk masa liburan, saya telah mendapatkan cuti kerja selama 6 hari.

Mau mudik kah? Tanya teman-teman.

Sejak tahun lalu, seingat saya pernah mengatakan bahwa saya tidak mudik tahun ini. Tetapi, karena situasi yang dinamis, maka jawaban saya adalah: Saya tidak tahu. Saya belum punya tiket. Insyaallah, ada kesempatan dan sehat, saya berangkat. Selanjutnya…