Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Narasumber penguatan jabatan fungsional LLDIKTI XI Kalimantan di Hotel Aston Balikpapan, Kamis (26/9). Foto: dok. pribadi

Narasumber penguatan jabatan fungsional LLDIKTI XI Kalimantan di Hotel Aston Balikpapan, Kamis (26/9). Foto: dok. pribadi

Kamis (26/9) kemarin saya mendapat tugas mengikuti penguatan jabatan fungsional yang digelar LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, di Gedung Sudirman Hotel Aston Balikpapan. Kegiatan ini diikuti sekira 200 lebih peserta yang berasal dari 48 PTS Kalimantan Timur dan 8 PTS Kalimantan Utara.

Ketika mendapat informasi kegiatan ini dari seorang rekan beberapa hari sebelumnya, saya sudah berniat tidak mengikutinya. Ini karena saya pikir tahun lalu sudah pernah mengikuti kegiatan serupa. Tapi, kali ini saya menerima tugas resmi bersama teman-teman lainnya. Maka, mau tak mau saya harus hadir.

Tepat pukul 8.00 pagi, saya sudah berada di lokasi acara. Setelah registrasi dan duduk di deretan kursi sebelah kanan, datang lah Ibu Ida, pejabat LLDIKTI XI. Saya pun ‘say hello’ dan mengobrol singkat. Usai pembukaan, saya tidak menyangka tiba-tiba dipanggil pembawa acara untuk memimpin doa. Makdeg! Selanjutnya…

Mengaktifkan Ransomware Protection pada Windows 10. Foto: tangkapan layar

Mengaktifkan Ransomware Protection pada Windows 10. Foto: tangkapan layar

Seorang teman memberi tahu bahwa komputer si Fulan terkena Ransomware. Komputernya tiba-tiba masuk mode jadul. Ada pesan yang dia terima bahwa semua data yang ada di komputernya itu telah diproteksi alias tidak bisa dibuka lagi.

Untuk membuka proteksi file-file itu, dia diminta membayar pada pemberi pesan lewat taut URI pesan tersebut. Herannya, si Fulan ini santai-santai saja, malah tertawa-tawa lagi. Sebaliknya, tentu saja, saya menganggap serangan Ransomware ini masalah serius! Serius banget pokoknya!

Pasalnya, ya… seperti biasa, orang yang bekerja di depan komputer selalu dan selalu berhubungan dengan data. Sembarang kalir data disimpan di komputer. Itu kerjaan saya. Masalahnya, jika terjadi failure, entah disebabkan oleh program virus, perangkat keras rusak, bencana, atau apapun itu, terjadi pada data yang ada di komputer, begh… Maka hendaklah istirja! Tetap berusaha dan bertawakal lah! Selanjutnya…

Beras produksi Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara. Foto: dok. pribadi

Beras produksi Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara. Foto: dok. pribadi

Hari itu di Whatsapp Group RT ramai dengan beberapa gambar penawaran barang dagangan para tetangga. Ada yang menawarkan Laundry, obat herbal, makanan ringan, hingga mencari tukang service alat-alat rumah tangga.

Terus terang, sebagai anggota grup, meski kadang merasa tidak memerlukan informasi, saya mencoba memahami dan mengerti bahwa di grup itulah berbagai macam karakter warga sekitar. Mereka berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda kebiasaan, budaya, dan adat istiadatnya. Sebagai salah satu warga, saya harus ikut menjaga diri, saling menghormati. Pepatah Jawa ada papan empan adepan.

Maksudnya, ketika kita bersikap maupun berbicara agar memperhatikan tempat, situasi, dan kondisi. Situasi (papan) menunjukkan ada dimana kita berada, memperhatikan isi (empan) atau konten (maupun konteks) ketika kita berbicara atau berbuat, dan memperhatikan dengan siapa (adepan) kita berbuat atau berbicara. Selanjutnya…

Windows Phone Nokia Lumia 520 yang ancur layarnya tapi masih oke jalan deh ya. Foto: dok. pribadi

Windows Phone Nokia Lumia 520 yang ancur layarnya tapi masih oke jalan deh ya. Foto: dok. pribadi

Sejak mengenal Windows Phone Microsoft Lumia di tahun 2013 yang lalu, saya kepincut. Lebih tepatnya, saya kepincut layar kotak-kotak Windows 8, yang namanya cukup keren, Metro User Interface atau antarmuka Metro. Terus terang, saya terpikat dengan Metro karena warna-warninya yang cakep.

Maka, membelilah saya saat itu. Saya pilih yang paling murah, Nokia Lumia 520 seharga kurang dari 1.5 juta. Metro, mengganti antarmuka Microsoft Windows tradisional. Isinya ada tombol Start, dan banyak kotak ubin “Live Tiles”, asyik. Jika disentuh, maka akan membawa pengguna ke aplikasi terkait. Cukup menghindari bosan Android kala itu.

Desain Metro pertama kali diperkenalkan sistem operasi Windows 7 Phone. Dirancang untuk menjadi antarmuka berbasis sentuhan yang akan bekerja di berbagai perangkat, termasuk ponsel pintar, komputer tablet, laptop dan PC desktop. Metro menjadi antarmuka default dalam Windows 8, yang ada pada milik saya ini. Selanjutnya…

Ustaz Dave Ariant Yusuf. Source: Facebook

Ustaz Dave Ariant Yusuf. Source: Facebook

Pagi ini saya membaca status seorang ustaz yang menginspirasi. Saat tampil di televisi, ustaz ini bersuara teduh dan senyum yang khas. Kata dan kalimat yang diucapkannya banyak menginspirasi orang. Bahasa yang digunakan sangat baik. Dalam sebuah status Facebook-nya pun saya nilai juga sangat baik, terstruktur, dan mudah dipahami.

Jelas sekali. Ini terlihat di beberapa status media sosial yang ditulisnya mudah dibaca orang awam dan dimengerti. Susunan kalimat terstruktur dan tanpa tanda baca yang keliru, setidaknya menurut penilaian saya. Menggunakan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Tampak berpengalaman. Ini menandakan sebelum melakukan posting di media sosial telah melakukan koreksi lebih dahulu dan sangat berhati-hati. Selanjutnya…

Cover Vlog Touring Boncengan menikmati eksotika Pantai Pulau Merah. Foto: dok. pribadi

Cover Vlog Touring Boncengan menikmati eksotika Pantai Pulau Merah. Foto: dok. pribadi

Ini adalah kisah perjalanan dari Banyuwangi menuju Pantai Pulau Merah yang terkenal eksotik.

Pagi itu, usai tiba dari perjalanan kereta api dari Gubeng Surabaya ke Stasiun Karangasem Banyuwangi, berdua dengan Iwan, saya langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pulau Merah boncengan dengan motor.

Tiba siang hari di Pulau Merah, saya menunggu hingga senja, dengan harapan bisa melihat suasana di sekitar pantai menjadi merah hingga matahari terbenam.

Subhanallah. Memang, pemandangannya benar-benar indah.
Selanjutnya…