suburaID | Catatan Aktivitas, Inspirasi, dan Kesemangatan - Part 2
Menu

Buka Mata, Buka Pikiran, dan Buka Hatimu

Memperoleh kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis. Kita tak jadi bijaksana, bersih hati, dan bahagia (hanya) karena membaca buku petunjuk yang judulnya bermula dengan "How to... " (saja). Kita harus terjun, kadang hanyut atau berenang dalam pengalaman. Kita harus berada dalam laku dan perbuatan, dalam merenung dan merasakan: ujian dan hasil ditentukan di sana.
~ Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

picture of space

Blogging Spaces

Komunikasi dua arah tidak efektif antara mahasiswa dan dosen. Sumber: dok. pribadi

Komunikasi dua arah tidak efektif antara mahasiswa dan dosen. Sumber: dok. pribadi

AWAL semester ini seperti biasa kesibukan persiapan kuliah berlangsung dalam beberapa pekan. Komunikasi-komunikasi dengan mahasiswa yang bimbingan KRS terjadi sangat intensif. Lantaran komunikasi yang terjadi lewat daring, maka seolah tidak mengenal waktu, apalagi sangat bertele-tele, salah satu cara komunikasi yang tidak efektif.

Siapa saja jika berkomunikasi yang bertele-tele, halah, akan menyebabkan salah satu pihak menjadi sebel. Yak, sama dengan saya. SEBEL dan juga mengganggu. Sering sekali mahasiswa bertanya hal-hal yang sepatutnya sudah dia ketahui sendiri, yang seharusnya dia menunjukkan respek dan proaktif, tapi kenyataannya banyak yang kurang membaca dan mengerti.

Nah, hal yang sering terjadi dan mengganggu adalah kesalahpahaman interaksi antara mahasiswa dan dosen, baik mahasiswa baru, mahasiswa lama saat bimbingan akademik, atau bimbingan skripsi. Caranya gampang kok. Cukup satu saja: RESPEK! Selanjutnya…

Dapat kiriman pulsa 50 ribu gratis, Minggu (13/9) pukul 11.02 AM. Foto: dok. pribadi

Dapat kiriman pulsa 50 ribu gratis, Minggu (13/9) pukul 11.02 AM. Foto: dok. pribadi

SIANG itu tiba-tiba pesan SMS masuk. Saya buka dan baca pesan, dari 3Topup (tri) bahwa pengisian 50 ribu sukses. Sebentar, apakah saya baru saja membeli pulsa? Rasanya tidak. Saya tidak ada pembelian atau transaksi apapun terkait pembelian pulsa. Untuk apa? Kuota masih cukup.

Pikiran saya langsung ingat Mendikbud. Jangan-jangan ini subsidi bantuan pulsa dari Mendikbud. Bisa jadi sih ya. Bisa juga seseorang — mahasiswa kali yee — yang mengirim pulsa gara-gara jika dia kirim pesan WhatsApp pada saya, maka saya lama sekali membalasnya. Atau SMS nyasar? Ada banyak kemungkinan.

Saya mencari tahu siapa yang tiba-tiba mengirim pulsa langsung lewat provider 3 ini. SMS bukan berasal dari bank atau aplikasi yang biasa saya gunakan membeli pulsa. Ini terlihat dari pengirim angka tiga, 3 (baca: tri).

Hanya satu SMS itu. Sayang arsip SMS sebelumnya banyak terhapus. Apakah betul pulsa 50 ribu ini dari Mendikbud? Ayolah… provider jangan membuat penasaran. Memang sih tri ada promo 80GB, tapi saya belum paham cara mendapatkan promo itu.

Selanjutnya…

Sharing kuliah daring di depan para dosen Universitas Mulia, 7 Juli 2020. Foto: Nadya

Sharing kuliah daring di depan para dosen Universitas Mulia, 7 Juli 2020. Foto: Nadya

BULAN Juli yang lalu, (7/7), saya didapuk pertama kali presentasi untuk membagikan pengalaman di depan para dosen Universitas Mulia tentang pengalaman menerapkan kuliah online atau daring selama semester Genap 2019/2020.

Ceritanya, di awal semester genap itu sebenarnya kuliah sudah berjalan luring (offline) di kelas. Salah satu mata kuliah yang saya asuh berisi praktikum Cloud Computing. Selang dua minggu kemudian kuliah dan praktikum dialihkan sepenuhnya daring mengingat situasi genting saat itu, pandemi atau pagebluk Covid-19.

Lantaran sudah pernah menerapkan kuliah daring di semester-semester sebelumnya, maka proses perpindahan dari luring beralih ke daring, alhamdulillah, bagi saya tidak mengalami hambatan yang berarti.

Meski demikian, saya pikir ada hal teknis yang bisa jadi cukup mengganggu saat itu, yakni kekuatan Notebook dan akses Internet menggunakan pulsa telepon selular. Ternyata, selain saya, anak-anak di rumah, terutama ibunya anak-anak merasa repot membelikan pulsa. Selanjutnya…

Saat presentasi makalah di ROOM 9 KONIK4 dengan ZOOM, Sabtu (13/6). Foto: Tangkapan layar

Saat presentasi makalah di ROOM 9 KONIK4 dengan ZOOM, Sabtu (13/6). Foto: Tangkapan layar

Alhamdulillah. Akhirnya di ujung Semester Genap 2019/2020 ini saya bisa menyelesaikan penelitian kecil dan publikasi ke dalam sebuah Prosiding Nasional Konferensi Nasional Ilmu Komputer ke-4 atau KONIK4. Menurut informasi, konferensi ini diikuti 2.500 peserta dan 178 pemakalah dari seluruh Indonesia. Waw…

Lantaran masuk dalam masa pandemi Covid-19, konferensi diselenggarakan dalam jaringan Internet atau daring atau ONLINE. Konferensi ini diselenggarakan oleh APTIKOM Sulawesi Tenggara (Sultra) dan disiarkan live di YouTube dan aplikasi ZOOM, Sabtu (13/6) yang lalu.

Menurut panitia, makalah yang diterima akan masuk prosiding dan Insyaallah akan diterbitkan akhir bulan Juni ini. Beberapa makalah yang dinilai bagus oleh panitia akan dimasukkan ke dalam jurnal terindeks Sinta 4 dan 5. Jadi, saat ditulis blog ini, beberapa panitia masih menerima revisi makalah hingga 20 Juni 2020 mendatang.
Selanjutnya…

Amy Morin dalam Channel TEDxTalks tentang The Secret of Becoming Mentally Strong. Foto: Screenshot

Amy Morin dalam Channel TEDxTalks tentang The Secret of Becoming Mentally Strong. Foto: Screenshot

Saat menulis artikel ini saya sedang akan menyelesaikan salah satu dari lima Pekerjaan Rumah yang pekan depan harus sudah beres. Begitu menyalakan Internet, pandangan saya tertuju pada sebuah video YouTube dari Channel TEDxTalks berjudul The Secret of Becoming Mentally Strong yang dibawakan Amy Morin.

Saya tahu ini adalah distraksi atau gangguan ketika sedang menyelesaikan sebuah pekerjaan. Tetapi seringkali gangguan ini timbul sebentar kemudian hilang terlupakan. Nah, sebelum terlupakan akibat berbagai kesibukan yang akan menghadang pekan depan, saya catat lebih dulu disini karena relevan dengan beberapa artikel dan video yang sudah saya buat sebelumnya di tengah ketidakpastian.

So, I have a Facebook friend whose life seems perfect,” kata Amy Morin mengawali ceritanya. “She lives in gorgeous and she has a really rewarding career,” lanjut Amy membuka siapa teman yang diceritakannya itu. Selanjutnya…

Komponen nilai akhir semester pada SIAS Universitas Mulia. Foto: Screenshot

Komponen nilai akhir semester pada SIAS Universitas Mulia. Foto: Screenshot

Alhamdulillah. Perkuliahan selama satu semester Genap 2019/2020 akan berakhir pekan ini. Terbayang, kesibukan sana-sini sudah melintas di kepala. Walau masih ada satu kelas lagi yang belum kelar, tapi pekan ini pekerjaan mengoreksi sudah harus DICICIL. Mengoreksi ujian, tugas, kuis, presensi kehadiran, plus nilai ETIKA yang memiliki bobot 15%.

Mengapa nilai ETIKA ini PENTING dan menjadi bagian Nilai Akhir?

Menurut Peraturan Rektor UM no. 001/Per/Rektor/UM/I/2020 tentang Tata Aturan Penilaian Pembelajaran di Lingkungan Universitas Mulia tanggal 7 Januari 2020, menyebutkan bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan komponen Sikap dan Pengetahuan dengan proporsi 25% Sikap dan 75% Pengetahuan. Rinciannya, komponen Sikap terdiri atas Kehadiran (10%) dan Etika (15%). Sedangkan komponen Pengetahuan terdiri atas Tugas (15%), Kuis (15%), UTS (20%), dan UAS (25%).

Secara pribadi saya sangat setuju pemberian nilai ETIKA menjadi bagian dari nilai akhir. Dari pengalaman sebelumnya, saya pernah mengeluh tentang betapa beratnya memberi nilai akademik saja tanpa memperhatikan attitude. Saya melihatnya langsung di kelas. Ini beban moral. Cieleh… Selanjutnya…