Implementasi Penelitian Tindakan Kelas Pemrograman | suburaID
Menu


Implementasi Penelitian Tindakan Kelas Pemrograman
Teknik assessement kelompok dalam sebuah PTK pemrograman. Sumber: tangkapan layar aplikasi

Teknik assessment kelompok dalam sebuah PTK pemrograman. Sumber: tangkapan layar aplikasi

Dalam beberapa tahun terakhir mengajar kelas pemrograman, saya menemukan beberapa masalah antara lain rendahnya kemampuan mahasiswa mengikuti materi pemrograman. Selain itu, jika diberikan tugas, maka kualitas tugas mereka rendah, copy-paste, dan sekadar memenuhi kewajiban saja.

Tidak heran, hasil evaluasi selama satu semester menunjukkan nilai yang juga rendah. Tentu saja ini tidak berlaku bagi mahasiswa yang benar-benar belajar yang ditunjukkan lewat konten maupun konteks tugas dan evaluasi. Ada peningkatan dari tahap satu ke tahap berikutnya.

Sebenarnya ada usaha yang saya lakukan untuk menghimpun atau mengumpulkan nilai mereka. Sayangnya, mengingat tumpukan tugas lainnya dalam tri darma perguruan tinggi, apalagi adanya tugas tambahan, maka tumpukan tugas mahasiswa tersebut tidak terdokumentasi dengan baik. Kondisi ini menyebabkan evaluasi dan refleksi hasil belajar kurang optimal.

Saya melihat apa yang saya lakukan ini juga dialami beberapa rekan dosen lainnya. Mereka memberikan tugas presentasi dalam sebuah
video Youtube misalnya, setelah dikoreksi dosen terkait kemudian video tugas tersebut disebar ke grup-grup Whatsapp dosen.

Berdasarkan masalah-masalah tersebut, saya kemudian berinisiatif mengembangkan sistem yang dapat menghimpun tugas-tugas mahasiswa bersama dengan evaluasinya. Sistem ini saya beri nama Sistem Ujian Pemrograman dan Sistem Proyek Tugas Akhir.

Sistem Ujian Pemrograman ini bertujuan untuk mengevaluasi mahasiswa dalam bentuk menulis program (coding) secara langsung untuk mengetahui pemahaman dasar mereka pada mata kuliah tersebut. Artinya, sistem ini digunakan setelah mahasiswa mengikuti kuliah atau praktikum beberapa kali. Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman belajar mereka. Berapa persen peningkatan, kemunduruan, atau stagnan dari suatu kelas.

Sebenarnya selain ujian menulis program secara langsung, untuk mengetahui pemahaman dasar mahasiswa pada mata kuliah terkait, di awal perkuliahan bisa dievaluasi dengan soal pilihan ganda (multiple choices). Sistem ini juga sudah tersedia.

Baca juga:  Ini Alasan Ilmiah Ilmuwan Kudu Sering Berbagi Ide Maupun Temuan di Media Sosial

Sedangan Sistem Proyek Tugas Akhir digunakan untuk mengevaluasi kelompok belajar. Dengan kelompok belajar ini diharapkan masing-masing anggota kelompok berbagi (sharing) kepada anggota kelompok lainnya. Sehingga diharapkan mereka melakukan komunikasi dalam berkolaborasi mengembangkan proyek bersama-sama. Keberhasilan kerja kelompok ditunjukkan melalui laporan kemajuan dan presentasi akhir dalam bentuk video Youtube.

Kekurangannnya, sistem-sistem evaluasi tersebut masih terpisah-pisah. Saya ingin nantinya bisa diintegrasikan sehingga mudah mengelola dokumentasi evaluasi pembelajaran.

Sementara itu, di luar sana ada diskusi sebuah grup dosen sistem informasi yang menarik perhatian. Salah satu dosen (kebetulan karya beliau menjadi beberapa sumber referensi tesis dan artikel saya) memicu diskusi. Beliau mem-posting kegiatan belajar mengajarnya yang menggunakan media sosial, salah satunya menggunakan Youtube.

Dalam posting tersebut, beliau diingatkan salah satu koleganya agar kegiatan belajar mengajarnya (KBM) dievaluasi dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Beliau beralasan belum melakukan PTK, dan hanya berbagi kegiatan KBM-nya yang mungkin bermanfaat bagi anggota grup dosen sistem informasi tersebut.

Tentu saja, saya menjadi penasaran tentang PTK ini.

Sedikit mencari tahu di Google, ternyata memang sudah banyak yang membahas PTK dan materi ini sudah lama sekali. PTK biasa dibahas pada materi kuliah ilmu pendidikan, terutama pada guru di sekolah -sekolah pada berbagai jenjang, dari PAUD sampai perguruan tinggi. PTK merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh guru atau dosen dengan subyek penelitian pada kelas yang ia asuh sendiri.

Ternyata, apa yang saya lakukan dalam semester kemarin tersebut termasuk PTK, dan model yang saya gunakan cocok dengan model yang dikembangkan Kemmis dan Taggart.

Berikut salah satu alat dan teknik yang saya kembangkan untuk khususnya mata kuliah pemrograman seperti pada dua gambar tangkapan layar ini.

Teknik assessement individual dalam sebuah PTK pemrograman. Sumber: tangkapan layar aplikasi

Teknik assessment individual dalam sebuah PTK pemrograman. Sumber: tangkapan layar aplikasi

Mata kuliah ini banyak menggunakan praktikum. Menurut pedoman penyusunan kurikulum yang diterbitkan Kemenristekdikti, bentuk assessment ada dua, yakni assessment individual dan assessment kelompok. Sedang luaran (Learning Outcome) mata kuliah praktikum adalah mampu mengimplementasikan praktikumnya ke dalam bentuk karya.

Baca juga:  Pilih Kelas Akselerasi atau Tidak?

 


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *