Menu


Mencari Model Bisnis Media Online
Media Online aljazeera.com menempatkan sedikit iklan Google Adsense dan hampir tanpa iklan khusus. Foto: tangkapan layar

Media Online aljazeera.com menempatkan sedikit iklan Google Adsense dan hampir tanpa iklan khusus. Foto: tangkapan layar

KETIKA menulis tentang QRIS dan persebaran virus Corona di dunia kemarin, dan pagi tadi membaca salah satu pimpinan redaktur media online yang berbicara di hadapan mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya, saya mulai berpikir bagaimana media-media online ini hidup dan membiayai kehidupannya.

Betapa tidak. Bagaimana para pimpinan media itu dengan percaya diri memamerkan kesuksesan media online-nya di hadapan mahasiswa, sementara jika dilihat media online yang dimilikinya tersebut biasa-biasa saja, tidak tampak ‘waow’ seperti media online besar yang sudah mapan? Bahkan, dengan pede-nya hanya berbekal WordPress yang di-customization, kemudian mereka mengaku sukses? Apa yang menjadi rahasianya?

Seperti blog ini yang juga menggunakan WordPress, pembaca akan melihat banyak iklan Google Adsense yang bertebaran di sana-sini yang kadang mengganggu. Tapi iklan, menurut beberapa sumber, menjadi salah satu pemasukan penting untuk biaya hidup blog ini. Sementara bagi sebagian pengelola media online, model bisnis subscription juga cukup menjanjikan pemasukan dan pendapatan mereka. Ini juga sangat menarik dan tentu masih ada banyak.

Kanal BBC News Asia sedikit lebih banyak, tapi tetap minimalis iklan. Foto: tangkapan layar

Kanal BBC News Asia sedikit lebih banyak, tapi tetap minimalis iklan. Foto: tangkapan layar

Saya kemudian mencari informasi terkait model bisnis media online yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Berikut beberapa model bisnis yang saya dapat dari berbagai sumber, dengan sedikit penyesuaian.

Model Segmented dan Demografi

Model ini memiliki karakter tertentu dengan segmen pembaca khusus yang memiliki demografi yang berbeda-beda. Karakter tertentu ini terlihat berbeda jika dibanding media online yang mengandalkan kecepatan distribusi berita, tetapi tidak tajam dan mendalam.

Baca juga:  Orang IT itu Memang Harus Bisa Segalanya!

Misal, saya merasa lebih suka membaca BBC jika dibanding DetikCom, meski keduanya berada dalam satu bendera. Meski demikian, bukan berarti saya tidak memerlukan DetikCom. Untuk beberapa hal tertentu seperti kecepatan berita, saya lebih memerlukan DetikCom jika dibanding dengan BBC. Tetapi tentu saja layaknya media massa yang berpengalaman, BBC mampu menjadi sumber berita yang cukup detil dan meyakinkan.

Saat menggunakan Google Analytics, segmentasi dan demografi ini terlihat dengan jelas sehingga membantu pengelola menentukan target pasar dan melakukan analisis. Ini semua bergantung bagaimana menggunakan data tersebut untuk keperluan taktik dan strategi untuk meningkatkan perkembangan media online.

Subscription

Dengan mengenal karakter pembaca yang militan, yang akan kembali dan kembali lagi di waktu-waktu berikutnya, maka pengelola bisa memberikan fasilitas eksklusif pada mereka untuk berlangganan atau Subscription. Bagaimana menjaga agar mereka, para pelanggan, tidak segan lagi mengeluarkan uang berapa saja untuk berlangganan.

Untuk ini, menurut saya tantangan pengelola media online ada tiga, yakni heterogenity, delivery, dan trust. Heterogen setidaknya mengakomodasi berbagai platform pembaca tanpa diskriminasi. Delivery terkait kecepatan distribusi konten namun tetap konsisten dan tidak kehilangan ketajaman. Sedangkan trust atau kepercayaan ini muncul jika dua hal sebelumnya mampu disediakan dengan baik.

Adsense

Bagaimana dengan adsense atau iklan, apakah ini kurang menarik? Menurut saya apa yang memungkinkan untuk memperbesar pendapatan bisa digunakan. Hanya saja perlu diatur yang baik bagaimana penempatan iklan yang tidak mengganggu pembaca. Bagi yang terganggu bisa memilih kanal subscription dengan berlangganan, yang jelas pilihan diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna.

Mungkin ini dulu tulisan ini.


Baca juga:

Rabu, 10 Juli 2019 : 13:06 Wita
Kado Prank Buat Ayah
Kado Prank Buat Ayah
Minggu, 17 Februari 2019 : 08:45 Wita
Hard works must be combined smartwork
Hard works must be combined smartwork
Rabu, 15 Januari 2020 : 11:04 Wita
Niat dan Usaha Menjaga Hati
Niat dan Usaha Menjaga Hati
Kamis, 27 Juli 2017 : 00:33 Wita
Tantangan Menulis Kisah Hidup
Tantangan Menulis Kisah Hidup
Rabu, 19 September 2018 : 05:14 Wita
Boleh Saja Ambil Skripsi di Semester 7, Asal…
Boleh Saja Ambil Skripsi di Semester 7, Asal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *