Menu


Membangun Rumah, Setahun Lamanya Bikin Dapur!
Pasang dapur punya nenek. Foto: dok. pribadi

Pasang dapur punya nenek. Foto: dok. pribadi

Ini hanya untuk catatan saya saja, tapi barangkali ada yang mengambil manfaat. Sebenarnya sudah hampir setahun selesainya, tapi hari Minggu kemarin (10/1/2016) barusan selesai pasang rak di atasnya. Sederhana saja. Terinspirasi dari banyaknya gambar dapur yang ada di Internet.

Dari ribuan gambar tersebut saya pilih yang paling sederhana, praktis dan mudah diterapkan, biaya minim tapi cukup kuat. Syukurlah rumah nenek boleh dipakai percobaan hehehe…

Dari ini semua, mungkin yang perlu dicatat adalah hampir semua yang saya gunakan untuk membangun dapur ini berasal dari barang sisa dan waktunya lama. Loh kok?

Barang sisa itu adalah semen, kerikil, pasir, rangka besi, batu bata, keramik granit 60x60cm sisa lantai rumah, sampai dengan kayu rak dari bekas kotak peti. Saya hanya beli keramik dinding 3 dus, siku 3 biji, baut dan nylon plastik, politur, kuas, dan sebagian semen, kerikil, dan AM86 satu kompek kecil.

Hehee… detil ya, karena ini dikerjakan sendiri, jadi tahu detilnya sampai dengan harga materialnya. Sendiri? Iya, saya nekat menjadi tukang, mandor, owner, desainer, tester, sampai mencari dan beli materialnya, itung-itung cari pengalaman hehehe…

Tapi saya menyerah saat memasang keramik dan finishing. Untuk ini saya ‘menyewa’ pak Udin tukang. Hasilnya, ya… tentu secara pribadi puas, meski memakan waktu agak lama. Tentu jika saya kerjakan sendiri harus cari waktu longgar. Nah, oleh pak Udin cukup 2-3 hari selesai.

Ada pelajaran berharga dari ini semua. Pelajaran pertama adalah laki-laki harus berani. Ya, harus berani naik atap genting misalnya, pasang kabel listrik, saklar, menentukan ukuran kabel, mengawas kerjaan tukang, ngebor kerasnya dinding sampai mata bor patah 5 kali, dan jika semuanya rampung jangan lupa membersihkan barang bekas bangunan yang tak terpakai lagi, dsb.

Baca juga:  Catatan PPDB Online Pertama, Si Sulung Pilih SMP Favorit

Ada juga hikmah. Salah satunya adalah ternyata gak gampang jadi tukang, badan malah bisa pegel semua, resiko keseleo, tangan kejepit, terkena palu, sakit pinggang dst hehehe… Jadi, jangan pernah ada yang bilang sewa tukang bagus itu mahal. Kadang perlu sesekali pasang bata sendiri setinggi satu meter, setelah selesai bandingkan dengan kerjaan tukang. Supaya tahu saja… hehehe…

Semoga manfaat barokah, aamiin.


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *