Positif COVID-19 Meningkat, Pemerintah Imbau Kesadaran Masyarakat Memakai Masker | suburaID | Subur Anugerah's Weblog
Menu


Positif COVID-19 Meningkat, Pemerintah Imbau Kesadaran Masyarakat Memakai Masker
Peta Zonasi Kepatuhan Memakai Masker di Indonesia. Sumber: Dokter Reisa

Peta Zonasi Kepatuhan Memakai Masker di Indonesia. Sumber: Dokter Reisa

DI sela kesibukan merekap nilai akhir semester, saya terdistraksi beberapa informasi yang lewat di depan. Di antaranya adalah Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Pak Doni Monardo, mengumumkan diri positif COVID-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri. Padahal, beliau mengaku selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Kok bisa?

Pak Doni meyakini dirinya terpapar COVID-19 saat makan sehingga terpaksa melepas masker. “Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain,” kata Doni dalam keterangan pers, dikutip dari detik.com, Sabtu (23/1/2021).

Sementara itu, Pemerintah RI melalui juru bicara COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro di YouTube, Jumat (22/1), menyosialisasikan rencana Vaksin COVID-19. Dalam paparannya, Dokter Reisa menyebut tingkat kesadaran masyarakat memakai masker menurun di tengah meningkatkanya jumlah kasus positif COVID-19. Dokter Reisa mengajak masyarakat untuk memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada.

Dokter Reisa kemudian menunjukkan data statistik kepatuhan memakai masker yang menurun. Menariknya, memakai masker tidak hanya di ruang-ruang publik seperti di pasar, restoran atau kedai, tempat olah raga, jalan umum saja. Tetapi termasuk memakai masker di rumah. Ya, di RUMAH! Sekali lagi, di RUMAH!

Data Statistik Tingkat Kepatuhan Memakai Masker yang menurun di Indonesia. Sumber: Dokter Reisa

Data Statistik Tingkat Kepatuhan Memakai Masker yang menurun di Indonesia. Sumber: Dokter Reisa

Kebanyakanya masyarakat menilai di rumah cukup aman mengingat, yaa… tidak ada orang lain ya kan? Hanya orang-orang di rumah. Dari pengalaman teman-teman saya, justru di rumah ini rawan jika, misalnya, kepala keluarga yang sering keluar rumah untuk bekerja. Pulang ke rumah dalam keadaan tidak sadar membawa virus yang melekat di bagian tubuh dan menulari orang-orang yang ada di rumah.

Baca juga:  Pengalaman Mengikuti Seminastika 2019 dan Menerima Best Paper Award

Dua informasi ini di atas ini cukup penting bagi kita semua untuk mawas diri dan menjaga diri sebaik-baiknya usai melakukan kontak dengan kerumunan.
Semoga Allah melindungi kami dari bahaya penularan Covid-19. Dan bagi saudara-saudara kita yang terinfeksi virus Corona, semoga Allah memberikan lekas sembuh sehat walafiat dan barokah. Aamiin.


Baca juga:

Sabtu, 20 Oktober 2018 : 15:50 Wita
Gadget, Peluang dan Tantangan Generasi Milenial
Gadget, Peluang dan Tantangan Generasi Milenial
Rabu, 8 November 2017 : 11:59 Wita
Goreng Donat Sendiri, Tanpa Topping Gula-gula
Goreng Donat Sendiri, Tanpa Topping Gula-gula
Rabu, 10 Juli 2019 : 13:06 Wita
Kado Prank Buat Ayah
Kado Prank Buat Ayah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *