Menu


Hard works must be combined smartwork
hard works must be combined smartwork. Pak Ndul. Foto: Screenshot

hard works must be combined smartwork. Pak Ndul. Foto: Screenshot

Hard works must be combined with smartwork. Kalimat ini meluncur dari Pak Ndul, seorang yang tanpa ‘Nourish’ dan viral di media sosial belakangan ini.

Janggutnya yang putih menunjukkan ia kira-kira di atas usia 50. Termasuk golongan ‘oversek’, over seket, di atas lima puluh tahun.

Belakangan ini memang wajah Pak Ndul, begitu orang-orang menyebutnya, selalu muncul di time line Facebook. Sesekali orang-orang juga mengirimkannya kembali ke grup-grup Whatsapp.

Saya tidak tahu maksud mereka sebenarnya membagikan video Pak Ndul. Namun yang saya tahu, mereka ingin berbagi tawa dan canda.

Setelah menonton sejenak, saya tidak paham dengan apa yang dikatakan Pak Ndul. Susunan kata dan kalimat yang bercampur bahasa Inggris itu memiliki arti yang kadang tidak memiliki hubungan sama sekali.

Meski demikian, pagi ini wajah Pak Ndul kembali muncul di Facebook. Seseorang mengirimkannya dengan materi baru, kemudian sebagaimana biasanya viral kembali media sosial. Dalam video itu Pak Ndul tampak seperti berada di atas genteng rumah.

Beberapa kata dan kalimatnya kembali dalam bahasa Inggris. Meluncur mulus dari mulutnya disertai mimik wajah yang serius.

Saya semakin tertarik memperhatikan kata-kata yang diucapkan Pak Ndul ketika ingat seorang teman pernah mengatakan core of the core, maksudnya intinya sebuah inti. Kadang juga menyebut, maksudnya ahlinya para ahli.

Awalnya saya tidak mengerti apa yang mereka maksudkan. Core of the core. Intinya inti. Barulah sedikit paham ketika mereka mengirimkan gambar foto-foto touring di Telaga Sarangan, Ketep Pass Gunung Merapi, Stone Henge, dan kisah perjalanan mereka yang butuh perjuangan yang berat.

Touring Core of The Core WRE 94 di sekitar Ketep Pass Gunung Merapi, Sabtu (16/2). Foto: rahmat_sda

Touring Core of The Core WRE 94 di sekitar Ketep Pass Gunung Merapi, Sabtu (16/2). Foto: rahmat_sda

Betapa tidak. Untuk mencapai tujuan itu semua, mereka butuh pengorbanan yang luar biasa. Saya catat ada banyak effort yang mereka keluarkan. Entah itu pikiran, tenaga, biaya, waktu, dan tanggung jawab yang sementara mereka singsingkan sejenak. Mereka bukan sekumpulan anak muda yang memiliki banyak waktu luang. Mereka punya kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan yang tidak kecil dan tidak mudah. Namun, satu hal yang pasti, mereka berusaha mewujudkan komitmen, menyempatkan diri, meluangkan waktu dan berusaha memenuhi kesepakatan yang mereka buat bersama. Orang Jawa bilang, usaha kober atau meng-kober-koberkan diri.

Baca juga:  Touring Balikpapan Samarinda, Singgah di Masjid Cheng Ho Loa Janan Kukar

Saat itulah saya baru ngeh ucapan Pak Ndul di atas. Hard works must be combined smartwork. Kerja keras harus dipadukan kerja cerdas. Hanya saja, hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang meng-kober-kan diri untuk mencapainya. Orang-orang itu adalah Core of The Core alias intinya inti.

Omong-omong, semalam saya coba mencari pengalaman orang lain, bagaimana caranya menyeberang dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Ada terbersit pikiran, bagaimana seandainya Solo Touring dari Balikpapan ke Blitar. Ada yang sudan berpengalaman? Hmm…

Semoga Allah paring aman selamat lancar sukses barokah. Aamiin.


Baca juga:

Rabu, 26 Juli 2017 : 12:47 Wita
Dea Milana, Wanita di Lembayung Senja
Dea Milana, Wanita di Lembayung Senja
Rabu, 11 Oktober 2017 : 05:46 Wita
Disrupsi, Menggusur Cara Lama Menuju Cara Modern
Disrupsi, Menggusur Cara Lama Menuju Cara Modern
Minggu, 25 Februari 2018 : 23:52 Wita
Awareness
Awareness
Sabtu, 12 Januari 2019 : 11:09 Wita
Dadakan, Membuat Aplikasi Ujian Pemrograman
Dadakan, Membuat Aplikasi Ujian Pemrograman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *