Ini Catatan Pekan Pertama Semester Genap | suburaID
Menu


Ini Catatan Pekan Pertama Semester Genap
Kuliah dan alat presensi berbasis Web dan RFID. Foto: dok. pribadi

Kuliah dan alat presensi berbasis Web dan RFID. Foto: dok. pribadi

ALHAMDULILLAH. Pekan pertama di semester genap ini secara keseluruhan berjalan lancar. Pertama, proses bimbingan akademik atau perwalian, mulai mengisi KRS sampai dengan terbitnya daftar hadir, terutama daftar hadir manual yang ternyata cukup mudah dan sukses saya siapkan. Kedua, tentang pelaksanaan pembelajaran dalam satu pekan ini, alhamdulillah, berjalan sukses.

Meski demikian, kali ini saya perlu setiap kali, mudah-mudahan, selesai mengajar dalam satu pekan membuat laporan yang saya tulis disini dalam bentuk catatan ringan. Diketik dalam waktu paling lama satu jam. Berisi poin-poin yang perlu dicatat untuk digunakan persiapan materi di pekan berikutnya.

Catatan pertama, soal bimbingan akademik yang menggunakan SIAS dan tidak lagi menggunakan SIAMON. Terkait perubahan ini, baik dosen maupun mahasiswa sedikit gagap menggunakannya. SIAS memiliki antar muka yang berbeda dan fungsi yang lebih banyak dibanding dengan SIAMON. Meski proses daftar ulang (heregistrasi), pengisian KRS dan bimbingan akademik dengan dosen wali pada SIAS hampir sama dengan SIAMON, tetapi SIAS memiliki tampilan yang berbeda dan lebih kaya fungsi.

Meski demikian, pengguna pada akhirnya dengan cepat menyesuaikan diri lantaran telah memiliki pengalaman sebelumnya (User Experience). Misal, ketika proses bimbingan akademik untuk pertama kalinya pada semester ini, banyak mahasiswa yang sementara waktu menggunakan Whatsapp. Mereka mengirimkan pesan perihal persetujuan (approval) KRS, permohonan penambahan mata kuliah, maupun bimbingan terkait sejumlah mata kuliah yang akan diambil pada semester genap.

Tentu saja, saya merasakan bimbingan studi lewat Whatsapp sangat tidak efektif. Saya kesulitan menangani dan mengontrol banyaknya orang yang tiba-tiba ingin berbicara, baik dalam bentuk pesan suara maupun pesan teks dalam satu waktu.

Baca juga:  Dilema Pizza, Seperti Harapan vs Kenyataan

Selain itu, saya sulit mendokumentasikan pesan-pesan mereka yang akan saya gunakan untuk membuat laporan tertulis, seperti untuk Laporan Kinerja Dosen (LKD), Beban Kerja Dosen (BKD), atau untuk bukti kenaikan pangkat Jabatan Fungsional. Inilah alasan saya mengharuskan mahasiswa bimbingan studi lewat SIAS, yang sebelumnya juga telah ditangani SIAMON sehingga mereka mudah menyelesaikan proses bimbingan online.

Memasuki pelaksanaan kuliah juga ada beberapa catatan terkait sistem. Jika sebelumnya presensi terpisah menggunakan kartu dan teknologi RFID serta basis data yang terpisah, maka sekarang dengan SIAS, presensi sudah terintegrasi. Cukup menggunakan standar kode respons cepat Quick Response Code atau QR Code yang terpasang pada SIAS dan dibaca atau dipindai oleh aplikasi pembaca barcode yang terpasang pada perangkat telepon genggam mahasiswa.

Penggunaan aplikasi pembaca barcode ini tampaknya berjalan sukses. Hampir seluruh mahasiswa memiliki perangkat telepon genggam ini, baik berbasis Android, iPhone, atau apapun perangkat selama mampu mengakses Internet, web, dan terpasang aplikasi pembaca barcode. Bukan itu saja. Sistem juga menyediakan RPS atau Rencana Pembelajaran Semester yang harus diisikan dosen ketika membuka kelas. Terus terang, ini sesuai ide dan harapan saya jauh hari sebelumnya yang belum sempat saya kerjakan. Halah… empret! 😛

Catatan kedua, terkait pelaksanaan pembelajaran atau kuliah. Seperti pos sebelumnya, saya diberikan dua mata kuliah yang sudah pernah saya asuh, yaitu Software Engineering dan Cloud Computing. Ada sedikit perubahan terkait materi pembelajaran yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kebetulan keduanya memiliki standar untuk saat ini. Untuk itu, saya berencana akan menyusun detil Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan membukukan dalam bentuk Buku. Mudah-mudahan bisa kelar dalam satu semester ini.

Referensi mata kuliah RPL, buku Software Engineering karya pak Ian Sommerville. Foto: dok. pribadi

Referensi mata kuliah RPL, buku Software Engineering karya pak Ian Sommerville. Foto: dok. pribadi

Semoga Allah paring lancar barokah. Aamiin.

Baca juga:  Tenang, Soal Rezeki Sudah Ada yang Mengatur

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *